Strategi Barat: Menarik Ukraina, Menjatuhkan Putin, Mengepung China

- Jumat, 28 Januari 2022 | 16:26 WIB
Gelombang demokratisasi terus berlanjut. Ukraina menjadi pusat krisis. Eropa Barat khawatir mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.  (Pixabay/9743366)
Gelombang demokratisasi terus berlanjut. Ukraina menjadi pusat krisis. Eropa Barat khawatir mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. (Pixabay/9743366)

Gelombang demokratisasi terus berlanjut. Ukraina menjadi pusat krisis. Eropa Barat khawatir mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. 

Musim dingin di perbatasan Ukraina-Rusia terasa lebih panas dari biasanya. Rusia telah menempatkan lebih dari seratus ribu tentara siap tempur dengan dukungan kendaraan lapis baja dan pesawat terbang. Sejumlah negara bekas anggota Pakta Warsawa dan NATO, termasuk Amerika Serikat juga telah menyiagakan pasukannya.

Salah satu ciri perang adalah bersifat tak terduga kapan akan tercetus. Pendadakan akan menentukan jalannya peperangan. Namun kali ini, berbagai pihak memperkirakan Rusia akan menyerang pada bulan depan.”Sukarelawan” yang akan diterjunkan. 

Uni Soviet merupakan gabungan dari 15 negara yang berlokasi dibenua Eropa maupun Asia, seperti Estonia, Moldova, Belarusia, Tazikistan, Kazaktan, Kyrgistan dan Ukraina. Kelompok ini berfaham sosialis komunis ini. Mereka juga tergabung dalam Pakta Warsawa.

Saat bubar pada 1991, Uni Soviet terpecah menjadi 15 negara. Rusia merupakan yang terbesar. Dari ke 14 negara  itu tidak lebih dari lima yang masih pro Rusia diantaranya,  Tadzikistan, Kazaktan dan Kyrgistan.

Baca Juga: Klub Soson-Soson Enggoning Diadjar Roekoen (SEDAR) dari Kampung Banceuy

Pada 8 Desember 1991, Republik Sosialis Federasi Rusia, Republik Sosialis Ukraina dan Belorusia menandatangani Piagam Belavezha dan membentuk Persemakmuran Negara-Negara Independen.

Mulanya Ukraina, pro Rusia tetapi rakyatnya menolak. Penolakan ini menyebabkan Rusia menduduki Semenanjung Krimea yang strategis pada 2014. Dimana terdapat pangkalan angkatan laut dan pusat industri. Ia juga berbatasan dengan laut Hitam yang penting bagi armada laut karena bebas es.

Bergabung dengan NATO

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mendesak Perlunya Tim Ahli Toponimi di Daerah

Jumat, 20 Mei 2022 | 16:02 WIB

Peran Guru Mewujudkan Sumedang Simpati

Rabu, 18 Mei 2022 | 14:40 WIB

Mengelola Nilai Kebijaksanaan

Senin, 16 Mei 2022 | 19:37 WIB

Juara Liga 1 Musim Ini Harga Mati untuk Persib!

Jumat, 13 Mei 2022 | 11:08 WIB

China Belajar dari Perang di Ukraina

Selasa, 10 Mei 2022 | 09:31 WIB

Misteri Uga Bandung dan Banjir Dayeuh Kolot

Senin, 9 Mei 2022 | 12:02 WIB
X