Klub Soson-Soson Enggoning Diadjar Roekoen (SEDAR) dari Kampung Banceuy

- Jumat, 28 Januari 2022 | 15:11 WIB
Soson-Soson Enggoning Diadjar Roekoen (SEDAR), klub sepak bola pribumi di Kampung Banceuy, Bandung, yang namanya unik. (Sipatahoenan edisi 27 September 1932 )
Soson-Soson Enggoning Diadjar Roekoen (SEDAR), klub sepak bola pribumi di Kampung Banceuy, Bandung, yang namanya unik. (Sipatahoenan edisi 27 September 1932 )

Saya menemukan lagi nama klub sepak bola pribumi di Bandung yang namanya unik. Itulah kesebelasan Soson-Soson Enggoning Diadjar Roekoen (SEDAR), yang bila diterjemahkan bermakna sungguh-sungguh dalam kerangka belajar untuk rukun.

Kata sedar sendiri merupakan bentuk penulisan lama bagi sadar, yang tentu mengandung maksud keinsyafan mengenai perlunya bersatu.

Sejak pertama kali membaca nama klub SEDAR, sebelum menemukan kepanjangannya, yang terbayang dalam benak saya mula-mula adalah salah perhimpunan perempuan di Kota Bandung zaman kolonial, yaitu Istri Sedar.  Kita sama-sama tahu pada zaman kolonial di Bandung ada beberapa organisasi perempuan. Hingga Oktober 1930, di kota ini ada Perhimpoenan Istri Pendidik, Istri, Persaudaraan Istri, Pasoendan Bagian Istri, Wanito Sedjati dan Istri Sedar (“Verslag Rapat Besar dari Perhimpoenan2 Kaoem Perampoean pada tanggal 19 October 1930 di Bandoeng”, dalam bulanan Sedar, edisi Oktober 1930).

Namun, tentu saja dugaan itu meleset. Masa iya ada organisasi perempuan yang mengurusi klub sepak bola yang kebanyakannya terdiri atas kaum laki-laki. Meskipun tidak juga menutup kemungkinan adanya perhimpunan perempuan yang melakukannya. Sementara penelusuran dari data-data lama tidak membuahkan hasil lain, sepanjang terkait eksistensi organisasi yang menggunakan nama Sedar lainnya di Bandung.

Baca Juga: Onde-Onde: Dari Tiongkok Dibawa Laksamana Cheng Ho, Jadi Oleh-Oleh Khas Mojokerto

Beruntung saya menemukan koran Sipatahoenan edisi 27 September 1932. Di  dalamnya ada warta bertajuk “P.s. Sedar”. Setelah saya baca, ternyata dalam berita itu terkandung riwayat pembentukan perkumpulan sepak bola SEDAR.

Klub dari Kampung Banceuy

Pada awal tulisan “P.s. Sedar” disebutkan pada hari Minggu yang telah lalu, klub SEDAR telah mengadakan rapat anggota di rumah A. Soedarmadji di Banceuy. Peserta yang datang sekitar 40 orang. Pada pukul 09.30, I. Naba sebagai sesepuh SEDAR membuka pertemuan itu.

Dari keterangan selanjutnya, kita tahu alasan diadakannya rapat yang berkaitan dengan dua pemain SEDAR yang telah melakukan tindakan indisipliner dengan turut bermain untuk klub PASOENDAN saat bertanding di Tegallega. Karena dua pemain itu betul-betul telah melanggar peraturan perkumpulan, pengurus SEDAR menegur keduanya, hingga mereka berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mendesak Perlunya Tim Ahli Toponimi di Daerah

Jumat, 20 Mei 2022 | 16:02 WIB

Peran Guru Mewujudkan Sumedang Simpati

Rabu, 18 Mei 2022 | 14:40 WIB

Mengelola Nilai Kebijaksanaan

Senin, 16 Mei 2022 | 19:37 WIB

Juara Liga 1 Musim Ini Harga Mati untuk Persib!

Jumat, 13 Mei 2022 | 11:08 WIB

China Belajar dari Perang di Ukraina

Selasa, 10 Mei 2022 | 09:31 WIB

Misteri Uga Bandung dan Banjir Dayeuh Kolot

Senin, 9 Mei 2022 | 12:02 WIB
X