When I Was Your Men, dari Bruno Mars Kita Belajar Mengikhlaskan Seseorang

- Kamis, 27 Januari 2022 | 18:00 WIB
Lagu When I was Your Men milik Bruno Mars mengajarkan kita agar bisa mengikhlaskan seseorang dengan tulus, tanpa menyalahkan siapa-siapa. (Wikimedia Commons (CC))
Lagu When I was Your Men milik Bruno Mars mengajarkan kita agar bisa mengikhlaskan seseorang dengan tulus, tanpa menyalahkan siapa-siapa. (Wikimedia Commons (CC))

Lagu When I was Your Men milik Bruno Mars mengajarkan kita agar bisa mengikhlaskan seseorang dengan tulus, tanpa menyalahkan siapa-siapa.

Pernah tidak kamu ditinggalkan seseorang yang kamu sayangi? Seseorang yang membuat dunia seolah menjelma surga sebelum kematian. Sakit, memang sakit, apalagi wanita yang meninggalkan kita adalah dia yang sebelumnya selalu ada. Kemudian menghilang, tanpa kabar, seperti tertelan bayangannya sendiri.

Lebih-lebih, hubungan yang terjalin antara kalian berdua sudah menghabiskan waktu yang tak sedikit. Maka bongkahan luka tanpa darah di hati akan semakin perih. Semuanya pasti akan tampak berbeda dan terlihat tidak seperti biasanya. Kamu mungkin akan luntang-lantung sendirian menyalahkan keadaan, menyalahkan pertemuan, bahkan menyalahkan wanita yang sudah meninggalkanmu.

Eits, tunggu dulu bro, kita tidak bisa men-judge keadaan atas dasar ego pribadi. Semuanya harus dipikirkan secara baik-baik. Porsi rasionalitas juga perlu diberi ruang, agar kita bisa sadar dan secepatnya membenahi diri. Sehingga, kamu tidak lagi menyalahkan orang yang menurutmu sudah membuat luka. Bisa saja itu hanya persepsimu, dan wanitamu punya persepsi sendiri kenapa kalian bisa berpisah.

Apalagi, dalam sebuah hubungan, perpisahan memang menjadi keniscayaan. Kalian bisa dipisahkan oleh perasaan, adanya orang ketiga, bahkan kematian. Namun tak jarang, perpisahan juga timbul dari perbuatan sendiri. Timbul dari kesalahan-kesalahan yang diperbuat dalam keadaan sadar atau tidak. Maka kemudian, jangan merasa selalu menjadi korban dengan masalah yang kamu buat sendiri.

Baca Juga: Fosil Keong Racun 28 Juta Tahun Abadi di Bukit Kapur Citatah

Begitulah Bruno Mars mengekspresikan keadaan itu dalam sebuah lagunya ‘When I Was Your Men’. Lagu slow yang dibawakan oleh pria berkebangsaan Amerika Serikat itu menceritakan tentang bagaimana seharusnya seorang laki-laki melepaskan kekasihnya dengan seikhlas mungkin. Melepaskan tanpa harus dalam keadaan amarah. Mengikhlaskan dengan kesadaran.

Penyanyi sekaligus penulis lagu ini memang sudah sejak lama saya idolakan dalam dunia musik. Lagu-lagunya memang selalu berhasil melunakkan telinga, lebih-lebih ketika pakai headset. Meskipun saya tidak mengikutinya sejak era single ‘grenade’ diluncurkan (tahun 2010), namun saya seolah memperoleh kepuasan dari karya-karyanya itu. Walhasil, di playlist musik HP saya, lagu-lagu Bruno sejak Grenade, Count on Me, Talking to The Moon, dan lainnya tetap menjadi pilihan. Selain karena suara Bruno yang berkarakter, lirik-lirik lagunya juga seringkali relatable.

Oke, kembali ke pembahasan. Lagu When I Was Your Men yang dibawakan oleh musikus bernama asli Peter Gene ini mengisahkan tentang seorang pria yang ditinggalkan kekasihnya, lalu kekasihnya itu memilih pria lain. Saya tidak tahu pasti, apakah Bruno ketika menulis lagu tersebut diilhami oleh realitas yang sedang dia alami. Atau barangkali, dia terinspirasi dari kisah-kisah orang terdekatnya. Saya tidak tahu itu. Namun yang pasti, lagu ini akan membuat siapa pun yang mendengarkan akan merasa iba.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mendesak Perlunya Tim Ahli Toponimi di Daerah

Jumat, 20 Mei 2022 | 16:02 WIB

Peran Guru Mewujudkan Sumedang Simpati

Rabu, 18 Mei 2022 | 14:40 WIB

Mengelola Nilai Kebijaksanaan

Senin, 16 Mei 2022 | 19:37 WIB

Juara Liga 1 Musim Ini Harga Mati untuk Persib!

Jumat, 13 Mei 2022 | 11:08 WIB

China Belajar dari Perang di Ukraina

Selasa, 10 Mei 2022 | 09:31 WIB

Misteri Uga Bandung dan Banjir Dayeuh Kolot

Senin, 9 Mei 2022 | 12:02 WIB
X