Jangan Ngaku Bestie Kalau Masih Suka Nyinyir

- Rabu, 26 Januari 2022 | 15:01 WIB
Bestie. Kosa kata gaul yang memiliki makna sahabat ini begitu akrab di telinga belakangan ini di berbagai media sosial. (Pixabay/geralt)
Bestie. Kosa kata gaul yang memiliki makna sahabat ini begitu akrab di telinga belakangan ini di berbagai media sosial. (Pixabay/geralt)

Bestie, kosa kata gaul yang memiliki makna sahabat ini begitu akrab di telinga belakangan ini. Kosa kata ini begitu marak dipakai oleh kaum muda di berbagai media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok.

Bestie, bila merujuk www.bahasadaring.com adalah istilah slang internasional yang digunakan untuk menyebut teman terbaik atau sahabat yang kita punya. Sederhananya, bestie adalah best friend.

Pepatah bijak mengatakan, sahabat terbaik adalah mereka yang menunjukkanmu pada jalan kebaikan (NU Online, 4/11/2008). Bila direnungi, pepatah bijak ini memang tepat dan benar adanya.

Sahabat sejati tentu tidak ingin membiarkan sahabatnya melakukan hal-hal negatif, sehingga ketika ia melihat sahabatnya terjerumus kepada hal-hal buruk, ia akan berusaha mengingatkannya dengan cara yang baik dan tak menghakimi. Ia akan berusaha menuntun sahabatnya untuk kembali kepada jalan lurus yang diridai oleh-Nya.

Baca Juga: Sejarah Kue Keranjang di Indonesia: Sajian Khas Tahun Baru Imlek yang Sarat Mitos dan Filosofi

Apakah sahabat dan teman itu memiliki arti yang sama? Pertanyaan ini mungkin pernah terlintas di benak sebagian orang. Ada penjelasan menarik yang dipaparkan oleh Ahmad dalam Gramedia Blog, bahwa teman biasa adalah seseorang yang hanya mengenalmu.

Sementara sahabat adalah ia yang mengenal kebaikan dan keburukanmu, namun tetap menerima dengan apa adanya. Hubungan antar teman atau sahabat bisa begitu kuat karena bisa memaknai hubungan tersebut.

Bicara tentang pertemanan atau persahabatan, Hengki Ferdiansyah dalam tulisannya (NU Online, 23/12/2016) memaparkan penjelasan Imam al-Ghazali, bahwa pertemanan ibarat akad nikah. Konsekuensi dari akad tersebut adalah seseorang diharuskan untuk memenuhi hak-hak pasangannya. Al-Ghazali mengatakan:

“Jalinan tali persahabatan antara dua orang seperti halnya akad nikah suami-istri. Dalam pernikahan terdapat hak yang harus dipenuhi sebagaimana disebutkan sebelumnya pada pembahasan nikah. Demikian pula dalam persahabatan ada kewajibanmu untuk memenuhi hak saudaramu, baik yang berkaitan dengan harta, jiwa, tutur kata, dan hati: dengan memberikan maaf, keikhlasan, pemenuhan janji, dan meringankan beban.”

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Peran Guru Mewujudkan Sumedang Simpati

Rabu, 18 Mei 2022 | 14:40 WIB

Mengelola Nilai Kebijaksanaan

Senin, 16 Mei 2022 | 19:37 WIB

Juara Liga 1 Musim Ini Harga Mati untuk Persib!

Jumat, 13 Mei 2022 | 11:08 WIB

China Belajar dari Perang di Ukraina

Selasa, 10 Mei 2022 | 09:31 WIB

Misteri Uga Bandung dan Banjir Dayeuh Kolot

Senin, 9 Mei 2022 | 12:02 WIB

Penduduk Cicalengka Tahun 1845 dan 1867

Jumat, 6 Mei 2022 | 19:10 WIB
X