Berpikir Kritis Bisa Cegah Investasi Bodong

- Selasa, 25 Januari 2022 | 14:52 WIB
Selalu, investasi bodong memanfaatkan minimnya pengetahuan masyarakat terhadap dunia bisnis dengan menjanjikan keuntungan yang besar. (Pixabay/R4CProject)
Selalu, investasi bodong memanfaatkan minimnya pengetahuan masyarakat terhadap dunia bisnis dengan menjanjikan keuntungan yang besar. (Pixabay/R4CProject)

Baca Juga: Asem-Asem Daging: Sajian Berkuah Khas Demak dari Tradisi Dapur Peranakan Tionghoa

Dari berita tersebut, masyarakat awam kemungkinan jadi penasaran, apa itu  investasi bodong?

Dari beberapa sumber menyatakan bahwa investasi bodong merupakan investasi yang meminta sejumlah uang kepada investor untuk menanamkan modal pada bisnis atau kegiatan tertentu yang sebenarnya tidak pernah ada. Kemudian uang dari investor akan dibawa kabur oleh oknum tersebut.

Umumnya investasi bodong memberikan iming-iming bahkan paksaan agar calon investor mau menanamkan modal.

Investasi bodong memanfaatkan minimnya pengetahuan masyarakat terhadap investasi dengan menjanjikan keuntungan yang besar.

Beberapa ciri investasi bodong diantaranya adalah menawarkan keuntungan yang sangat besar, lalu keuntungan besar tersebut diperoleh dalam waktu singkat. Kemudian juga investasi bodong tidak memiliki ijin dari Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Ciri-ciri lainnya adalah cara penjualan tidak resmi berbeda dengan kegiatan investasi yang legal atau resmi dan juga para nasabah diminta mencari nasabah baru.

Dari ciri-ciri investasi yang tidak legal atau resmi tersebut sebenarnya bisa dilihat sebelum kita melakukan investasi apapun bentuknya.  Banyak hal tidak wajar dalam investasi bodong yang sangat berbeda dengan investasi legal, sehingga sebenarnya masyarakat bisa terhindar dari tawaran investasi bodong yang sangat merugikan.

Baca Juga: Layangan Putus, Selesai, Paulo Coelho, dan Sejarah Ketidaksetiaan dalam Pernikahan

Untuk menghindarinya, masyarakat atau para calon investor dapat menggunakan cara berpikir kritis. Dalam hal ini, Robert Ennis menyimpulkan, berpikir kritis adalah penalaran tentang keyakinan dan tindakan yang masuk akal, yang berfokus pada memutuskan apa yang dipercaya atau dilakukan. Dengan kata lain, seperti dikutip dari QuBisa, berpikir kritis merupakan kemampuan berpikir secara rasional dan melihat permasalahan secara objektif sehingga hasil yang didapatkan tidak bias dan sesuai dengan fakta yang ada.

Dengan berpikir kritis masyarakat dapat meminimalisir diri untuk menjadi korban penipuan dalam investasi atau investasi  bodong. Menggunakan pikiran kritis maka para calon investor bisa memahami dengan baik apa saja yang menjadi ciri-ciri investasi bodong seperti yang di tulis di atas. Dalam faktanya tidak ada penyelenggara investasi yang menawarkan keuntungan besar atau tidak wajar bahkan dalam waktu singkat, sebab pengaturan masalah jumlah keuntungan atau waktunya sudah ada ketetapan dari pemerintah atau sesuai dengan undang-undang yang ada.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengapa India Ditinggalkan Australia cs?

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:55 WIB

Ukraina di Ambang Perdamaian?

Selasa, 21 Juni 2022 | 15:14 WIB

Cibacang dan Cilimus yang Abadi dalam Toponimi

Minggu, 19 Juni 2022 | 15:42 WIB

Haruskah Indonesia Bergabung dengan BRICS?

Selasa, 14 Juni 2022 | 22:08 WIB

Mencetak Generasi ‘Boseh’

Minggu, 12 Juni 2022 | 09:00 WIB

Pecinan Cicalengka sejak 22 Januari 1872

Kamis, 9 Juni 2022 | 16:25 WIB

Karasak itu Nama Pohon dari Keluarga Ficus

Kamis, 9 Juni 2022 | 11:50 WIB

Para Pejabat Cicalengka Tahun 1871-1923

Jumat, 3 Juni 2022 | 15:02 WIB
X