Asem-Asem Daging: Sajian Berkuah Khas Demak dari Tradisi Dapur Peranakan Tionghoa

- Senin, 24 Januari 2022 | 15:23 WIB
Asem-asem daging, sajian berkuah khas Demak dan kota-kota di Jawa Tengah lainnya yang diduga  berasal dari tradisi dapur peranakan Tionghoa. (Badiatul Muchlisin Asti)
Asem-asem daging, sajian berkuah khas Demak dan kota-kota di Jawa Tengah lainnya yang diduga berasal dari tradisi dapur peranakan Tionghoa. (Badiatul Muchlisin Asti)

Penamaan asem-asem daging konon berasal dari bahan utama yang memberikan rasa asam yang dominan, yaitu pohon asem.

Bila menyebut Demak, maka yang terlintas adalah Kota Wali dengan eksistensi Masjid Agung Demak sebagai pusat penyebaran Islam pertama kali di tanah Jawa oleh korps dakwah Walisongo.

Ya, Demak memang identik dengan julukannya sebagai Kota Wali. Sehingga di jagat kuliner Indonesia, Demak nyaris tak diperhitungkan.

Namun bukan berarti Demak tak memiliki signature dish. Sebagaimana daerah lain, Demak juga memiliki sejumlah sajian khas, antara lain: nasi kropokhan, nasi ndoreng, nasi brongkos, dan asem-asem daging atau biasa disebut dengan ‘asem-asem’ saja.

Asem-asem berbahan utama daging sapi yang dipotong dadu dengan kuah segar yang dominan rasa asam. Asem-asem termasuk masakan yang mudah dibuat. Waktu memasaknya juga tak butuh waktu lama. Bumbunya juga minimalis. Sehingga masakan ini termasuk comfort food yang biasa dibuat oleh para ibu sebagai sajian untuk keluarga maupun jamuan untuk tamu yang datang ke rumah.

Rasa dominan asam pada asem-asem umumnya diperoleh dari air rendaman asam jawa, belimbing wuluh, dan atau tomat hijau. Selain daging sapi, tetelan maupun iga sapi, asem-asem biasanya ada tambahan potongan buncis. 

Baca Juga: Manfaat Perdagangan Ekspor untuk Perekonomian

Dalam buku 50 Masakan Khas Jawa Tengah (2016), Ajen Dianawati menguraikan, bahan untuk membuat asem-asem daging adalah daging sapi yang dipotong-potong, air, bawang putih dan bawang merah yang diiris tipis, cabai merah besar dan cabai merah hijau yang dipotong-potong, daun salam, lengkuas yang dimemarkan, tomat hijau, kecap manis, gula merah yang disisir halus, air asam jawa, buncis yang dipotong-potong, garam, dan minyak goreng.

Cara membuatnya: rebus daging hingga mendidih. Tumis bawang putih, bawang merah, cabai merah, cabai hijau, daun salam, lengkuas, dan tomat hingga harum. Tuang ke rebusan daging. Masak hingga mendidih. Tambahkan kecap manis, garam, dan gula merah. Aduk rata. Masukkan air asam jawa dan buncis, masak hingga matang. Angkat dan sajikan.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Peran Guru Mewujudkan Sumedang Simpati

Rabu, 18 Mei 2022 | 14:40 WIB

Mengelola Nilai Kebijaksanaan

Senin, 16 Mei 2022 | 19:37 WIB

Juara Liga 1 Musim Ini Harga Mati untuk Persib!

Jumat, 13 Mei 2022 | 11:08 WIB

China Belajar dari Perang di Ukraina

Selasa, 10 Mei 2022 | 09:31 WIB

Misteri Uga Bandung dan Banjir Dayeuh Kolot

Senin, 9 Mei 2022 | 12:02 WIB

Penduduk Cicalengka Tahun 1845 dan 1867

Jumat, 6 Mei 2022 | 19:10 WIB
X