Riwayat Pecel: Kuliner Khas Jawa Sejak Abad ke-9 Jadi Favorit Presiden Pertama RI Sukarno

- Kamis, 20 Januari 2022 | 08:53 WIB
Nasi pecel Madiun, salah satu pecel  populer dan legendaris. (Badiatul Muchlisin Asti)
Nasi pecel Madiun, salah satu pecel populer dan legendaris. (Badiatul Muchlisin Asti)

Soal kondimen dan pelengkap pecel, pecel madiun—yang boleh jadi pecel paling populer dan legendaris di Jawa Timur, bahkan Madiun dijuluki ‘kota seribu pecel’—memiliki kondimen dan pelengkap yang unik. Selain pelbagai sayuran rebus, juga ada tambahan potongan kecil-kecil mentimun, daun kemangi, petai cina, oseng tempe, dan serundeng. Sajian ini menjadikan pecel madiun begitu istimewa.

Begitu pun pecel-pecel lainnya, memiliki keistimewaan tersendiri dan juga memiliki penggemar masing-masing.

Pecel Blitar, Favorit Presiden Indonesia Pertama

Dalam dunia perpecelan, satu hal yang penting dicatat, bahwasannya makanan rakyat ini dalam sejarahnya ternyata adalah salah satu makanan favorit Presiden Republik Indonesia yang pertama, Sukarno.  Pecel favorit Sukarno adalah pecel blitar.

Sebagaimana dilansir Historia (Nomor 35 Tahun III, 2017), setiap mudik ke Blitar, Sukarno tak mau melewatkan kesempatan menikmati pecel blitar yang terkenal. Dia akan mencari Mbok Rah, penjual nasi pecel keliling, untuk melahap 2-3 pincuk pecel di pagi hari.

Pulang ke Jakarta, bumbu pecel Mbok Rah dibawanya serta. Bumbu itu pula yang menemani Sukarno dalam lawatan ke mancanegara. Terutama jika tak satu pun makanan di suatu negara cocok di lidahnya. Misalnya di Mongolia di mana semua makanan selalu dicampur susu kuda. Di sana, setiap harinya, Sukarno selalu makan roti dengan sambal pecel saja. Kadang-kadang juga dengan kecap.

Baca Juga: Kapitalisme Kekuasaan Zaman

Kalau ke negara-negara Eropa atau Amerika, Sukarno biasanya minta disediakan salad segar tanpa sausnya ke manajemen hotel tempat menginap atau kepala rumah tangga istana di sana. Sebagai pengganti sausnya, Sukarno mencairkan sambal pecel yang dibawanya.

Setelah Mbok Rah, Sukarno juga menyukai pecel Mbok Pin alias Rukiyem. Saat Mbok Pin datang, wajah Sukarno sumringah lantas berjongkok sembari menunjuk daun-daun yang digemarinya. Sebagaimana dikutip Anjar Any dalam buku Menyingkap Tabur Bung Karno, Mbok Pin sampai hafal berapa banyak harus memberi sambalnya dan daun apa saja yang menjadi kesukaan Bung Karno.

Riwayat Pecel Sudah Ada Sejak Abad ke-9

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengapa India Ditinggalkan Australia cs?

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:55 WIB

Ukraina di Ambang Perdamaian?

Selasa, 21 Juni 2022 | 15:14 WIB

Cibacang dan Cilimus yang Abadi dalam Toponimi

Minggu, 19 Juni 2022 | 15:42 WIB

Haruskah Indonesia Bergabung dengan BRICS?

Selasa, 14 Juni 2022 | 22:08 WIB

Mencetak Generasi ‘Boseh’

Minggu, 12 Juni 2022 | 09:00 WIB

Pecinan Cicalengka sejak 22 Januari 1872

Kamis, 9 Juni 2022 | 16:25 WIB

Karasak itu Nama Pohon dari Keluarga Ficus

Kamis, 9 Juni 2022 | 11:50 WIB

Para Pejabat Cicalengka Tahun 1871-1923

Jumat, 3 Juni 2022 | 15:02 WIB
X