Riwayat Pecel: Kuliner Khas Jawa Sejak Abad ke-9 Jadi Favorit Presiden Pertama RI Sukarno

- Kamis, 20 Januari 2022 | 08:53 WIB
Nasi pecel Madiun, salah satu pecel  populer dan legendaris. (Badiatul Muchlisin Asti)
Nasi pecel Madiun, salah satu pecel populer dan legendaris. (Badiatul Muchlisin Asti)

Pecel sebagai makanan rakyat, yang juga kesukaan Bung Karno, memiliki sejarah panjang. Kata pecel sudah disebut-sebut sejak abad ke-9 Masehi. 

Peradaban kuliner Jawa diwarnai aneka sajian yang populis alias merakyat. Salah satunya adalah pecel. Pecel adalah kuliner khas Jawa yang disukai oleh semua kalangan—lintas strata sosial. Sebagai kuliner yang populis, pecel mudah dijumpai, baik di lapak-lapak kaki lima pinggir jalan hingga di kedai-kedai modern, termasuk di restoran.

Pecel adalah campuran sayuran rebus yang diguyur dengan sambal kacang tanah. Sayuran yang biasa dijadikan sebagai pelengkap pecel antara lain bayam, kangkung, taoge, bunga turi, kol, kacang panjang, dan sebagainya.

Saus sambalnya terbuat dari kacang tanah goreng atau sangrai yang dicampur/ditumbuk dengan aneka bumbu seperti bawang putih, bawang merah, cabai, kencur, gula merah, dan terasi. Setelah itu, dicampur dengan air sampai kacangnya tercampur rata di dalam air. Bentuknya agak encer.

Sajian pecel seperti itu dapat dijumpai di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jogjakarta. Pecel biasa disajikan dengan nasi, sehingga lazim disebut sega pecel atau nasi pecel.  Dalam penyajian tradisional, biasanya menggunakan pincuk dari daun pisang, atau menggunakan piring yang dialasi daun pisang. Setelah nasi ditaruh di dalam piring atau pincuk, kemudian diberi aneka sayuran rebus,lalu diguyur dengan sambal kacang.

Baca Juga: Mengenal Manfaat Transit Oriented Development (TOD)

Dahulu, nasi pecel dijajakan oleh para ibu dengan berkeliling menggunakan bakul atau mangkal di sebuah tempat dengan tetap menggunakan bakul. Bakul yang digunakan umumnya bakul besar yang terbuat dari anyaman bambu yang di Jawa lazim disebut dengan istilah dunak.

Saat ini banyak kedai dan restoran yang menyediakan menu nasi pecel dengan berbagai pelengkap lauk seperti telur dadar, telur cepok, rempeyek (kacang, kedelai, teri), tahu dan tempe bacam, dan aneka gorengan seperti bakwan serta tahu dan tempe goreng.

Untuk sambalnya, selain membuat sendiri, saat ini juga banyak dijumpai sambal pecel dalam kemasan, sehingga tidak perlu susah payah membuat—kecuali ingin membuat sambal pecel dengan cita rasa dan selera sendiri. Sambal pecel kemasan seperti itu dapat dibeli di pasar tradisional maupun super market.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Peran Guru Mewujudkan Sumedang Simpati

Rabu, 18 Mei 2022 | 14:40 WIB

Mengelola Nilai Kebijaksanaan

Senin, 16 Mei 2022 | 19:37 WIB

Juara Liga 1 Musim Ini Harga Mati untuk Persib!

Jumat, 13 Mei 2022 | 11:08 WIB

China Belajar dari Perang di Ukraina

Selasa, 10 Mei 2022 | 09:31 WIB

Misteri Uga Bandung dan Banjir Dayeuh Kolot

Senin, 9 Mei 2022 | 12:02 WIB

Penduduk Cicalengka Tahun 1845 dan 1867

Jumat, 6 Mei 2022 | 19:10 WIB
X