Hikayat Soto Kudus, Simbol Toleransi Umat Islam atas Umat Hindu

- Rabu, 19 Januari 2022 | 12:04 WIB
Soto kudus, awalnya menggunakan daging kerbau sebagai wujud toleransi umat Islam atas umat Hindu yang menjadikan sapi sebagai satwa sakral. (Badiatul Muchlisin Asti)
Soto kudus, awalnya menggunakan daging kerbau sebagai wujud toleransi umat Islam atas umat Hindu yang menjadikan sapi sebagai satwa sakral. (Badiatul Muchlisin Asti)

Soto kudus selain dikenal lezat, juga mengandung sejarah adiluhung tentang pentingnya toleransi antar umat beragama.

Soto adalah ikon kuliner Indonesia yang boleh dibilang paling populer, selain variannya yang paling banyak dibanding kuliner lainnya. Soto dijual di kaki lima hingga restoran bintang lima. Bahkan hampir setiap belahan daerah di Indonesia mempunyai versi soto masing-masing.

Beberapa kota di Indonesia yang masyhur dengan soto khas daerah masing-masing antara lain Kudus (soto kudus), Semarang (soto semarang), Lamongan (soto lamongan), Purwokerto (sroto sokaraja), Pekalongan (tauto), Tegal (sauto), Solo (soto gading), Blora (soto kletuk), Karanganyar (soto karang), dan lainnya.

Kota yang disebut pertama, yakni Kudus, adalah salah satu daerah di Jawa Tengah yang populer sebagai kota yang memiliki sajian soto yang dinamakan soto kudus. Soto kudus adalah satu gaya soto yang sangat khas. Sejak dari cita rasa, cara penyajian, dan pelengkap menyantapnya. 

Salah satu kekuatan soto kudus adalah pada kuah kaldu beningnya yang bercita rasa gurih dan segar. Taburan bawang putih goreng memperkaya cita rasa kuahnya. Sebelum menyantap, biasanya diberi tambahan kecap yang membuat warna kuahnya sedikit gelap, namun mencuatkan semburat rasa manis gurih. Kemudian, tamban perasan jeruk nipis membuat kuahnya semakin sedap dan segar. Disantap hangat-hangat, soto kudus benar-benar menggugah selera.

Baca Juga: Kendaraan Listrik Mengatasi Masalah Polusi Udara di Indonesia

Ada dua pilihan protein dalam sajian soto kudus, yaitu soto kerbau dan soto ayam. Keduanya sama-sama enak, tergantung selera. Dalam seporsi soto kudus, terdapat suwiran atau potongan daging ayam atau kerbau, taoge rebus, dan daun bawang.

Yang membuat soto kudus semakin nikimat disantap adalah cara penyajian dan pelengkap lauknya yang aduhai. Penyajian soto kudus tergolong unik. Soto kudus umumnya disajikan dalam sebuah mangkuk kecil yang sudah dicampur dengan nasi. Adapun pelengkapnya, di pelbagai warung soto di Kudus biasanya disajikan aneka pelangkap menyantap soto kudus, antara lain: sate kerang, sate telur puyuh, sate ayam, sate ati ampela, perkedel, tempe goreng, dan juga kerupuk.

Soto Kudus, Simbol Toleransi Beragama

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Peran Guru Mewujudkan Sumedang Simpati

Rabu, 18 Mei 2022 | 14:40 WIB

Mengelola Nilai Kebijaksanaan

Senin, 16 Mei 2022 | 19:37 WIB

Juara Liga 1 Musim Ini Harga Mati untuk Persib!

Jumat, 13 Mei 2022 | 11:08 WIB

China Belajar dari Perang di Ukraina

Selasa, 10 Mei 2022 | 09:31 WIB

Misteri Uga Bandung dan Banjir Dayeuh Kolot

Senin, 9 Mei 2022 | 12:02 WIB

Penduduk Cicalengka Tahun 1845 dan 1867

Jumat, 6 Mei 2022 | 19:10 WIB
X