Kisah Dominique Roderick Berretty, Putra Tunggal Pemilik Villa Isola

- Minggu, 16 Januari 2022 | 13:03 WIB
Dominique Roderick Berretty alias Dodo dan D.W. Berretty.  (De Korier, 22 Desember 1934)
Dominique Roderick Berretty alias Dodo dan D.W. Berretty. (De Korier, 22 Desember 1934)

Dominique Roderick Berretty lahir tanggal 7 September 1925 di Batavia dari seorang Ibu yang  bernama Mien Duymaer van Twist. Seorang aktris Inggris kelahiran Belanda yang juga merupakan istri ke 4 dari 6 perempuan yang pernah dinikahi oleh Dominique Willem Berretty.

Sedangkan dari total 6 anak yang dimilikinya, hanya dari Mien Duymaer van Twist dia mendapatkan anak laki-laki yang kemudian diberi nama Dominique Roderick Berretty alias “Dodo”. Dari ke 6 anak Berretty hanya Dodo dan adik perempuannya Aimée yang tinggal dengan ayahnya di Hindia Belanda karena ibu mereka kembali ke Eropa dan mengembangkan karir keartisannya sedangkan 4 anak lainnya tinggal dengan ibunya masing-masing juga di Hindia Belanda.

Sebagai anak laki-laki satu satunya, Dodo mendapatkan segala macam kemewahan yang disediakan oleh ayahnya, bahkan ketika umurnya baru menginjak usia dua tahun, Dodo telah diajak oleh ayahnya mengarungi samudra menuju Eropa, mengunjungi tanah kelahiran kakeknya di Italia atau menuju Portugis, negara di mana ibu tirinya dilahirkan.

Dodo sangat dekat dengan ayahnya bahkan dalam setiap kesempatan perjalanan luar negerinya, Dominique Willem Berretty selalu membawa kamera video guna mengabadikan perjalanannya dan tentu saja Dodo selalu menjadi bintangnya.

Baca Juga: Industri Hiburan Dipandang Sebelah Mata, Tak Mau Mencontoh Negara Maju

Puncak kemewahan yang Dodo dan adiknya terima adalah ketika sang Ayah membangun sebuah villa mewah di Bandung Utara. Oleh ayahnya, Dodo dan adik perempuannya benar benar diperlakukan bak pangeran dan putri raja. Disediakan ruang khusus bermain bagi mereka berdua di dalam Villa Isola. Sebagai anak dari Bos media yang tajir, tentu Berretty ingin memastikan anak anaknya mereka harus tetap berada "di atas".

Tujuannya jelas, Berrety tidak menghendaki anak-anaknya merasakan kerasnya kehidupan dalam "mendapatkan pengakuan" seperti yang diterima ayahnya. Namun yang tidak disadari oleh Dodo adalah bahwa ayahnya telah mengerahkan hampir seluruh sumber daya keuangan dari kantor berita ANETA yang dipimpinnya untuk membangun villa tersebut sehingga ketika ayahnya meninggal dalam kecelakaan pesawat di perbatasan Irak dan Syiria tak ada harta yang tersisa bahkan Berretty meninggalkan utang imbas dari pinjaman bank yang diajukan ketika membangun Isola.

Dodo, adik perempuan dan ibu tirinya terpaksa keluar dari Isola tanpa sepeserpun uang simpanan dan sepakat untuk menyewakan villa pada Grand Hotel Homann untuk difungsikan menjadi dépendance de luxe alias cabang hotel nan elit dan ekslusif.

Ketika keadaan semakin sulit, dari Hindia Belanda istri D.W. Berretty membawa dua anak tirinya, Dodo dan adik perempuannya ke Rotterdam untuk dikembalikan kepada ibu kandung mereka, Mien Duymaer van Twist. Pada tanggal 6 Mei 1935 perjalanan dua orang anak yang pernah hidup mewah bergelimang harta di Hindia Belanda dimulai dengan mencari alamat kediaman ibu kandungnya namun ternyata Mien tidak mengetahui bagaimana cara mengurus anak-anaknya sehingga dia menitipkan Dodo dan adik perempuannya di sebuah asrama di Leiden dan diurus oleh seorang induk semang yang diakui mampu mengurus dan membuat mereka bahagia di sana.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Peran Guru Mewujudkan Sumedang Simpati

Rabu, 18 Mei 2022 | 14:40 WIB

Mengelola Nilai Kebijaksanaan

Senin, 16 Mei 2022 | 19:37 WIB

Juara Liga 1 Musim Ini Harga Mati untuk Persib!

Jumat, 13 Mei 2022 | 11:08 WIB

China Belajar dari Perang di Ukraina

Selasa, 10 Mei 2022 | 09:31 WIB

Misteri Uga Bandung dan Banjir Dayeuh Kolot

Senin, 9 Mei 2022 | 12:02 WIB

Penduduk Cicalengka Tahun 1845 dan 1867

Jumat, 6 Mei 2022 | 19:10 WIB
X