Industri Hiburan Dipandang Sebelah Mata, Tak Mau Mencontoh Negara Maju

- Minggu, 16 Januari 2022 | 12:19 WIB
Besar. Kontribusi industri hiburan terhadap perekonomian nasional. Menyerap tenaga kerja. Soft power. Banyak crazy rich. (Pixabay/Mikes-Photography)
Besar. Kontribusi industri hiburan terhadap perekonomian nasional. Menyerap tenaga kerja. Soft power. Banyak crazy rich. (Pixabay/Mikes-Photography)

Besar. Kontribusi industri hiburan terhadap perekonomian nasional. Menyerap tenaga kerja. Soft power. Banyak crazy rich.

Kejadiannya sudah lama. 12 tahun lalu. Tapi selalu dikenang. Beberapa hari yang lalu, cerita itu muncul lagi di medsos. Begini ... biduanita Yunani Nana Mouskouri menyumbangkan uang pensiun tahunannya, 25 ribu euro, untuk membantu perekonomian negaranya.

Pada awal dekade lalu, Yunani terpuruk akibat krisis keuangan global. Kepemimpinan oligarki yang tidak cakap untuk mengatasi kesemerawutan ekonomi. Partai politik yang tidak kompak plus bencana alam berupa kebakaran hutan.

Bantuan penyanyi kelahiran Chania, pulau Kreta, pada 13 Oktober 1934 itu, berasal dari masa baktinya di Parlemen Eropa ,tahun 1994-1999. Kecil dibandingkan utang negaranya yang mencapai 312 miliar euro tetapi besar dimata rakyat Yunani dan juga dunia. Maka itulah  diungkit-ungkit kemurahan hatinya.

Baca Juga: Geotrek Lintas Kars Citatah

Nana penyanyi yang sukses lahir batin. Suaranya merdu. Bulat. Utuh menyeluruh. Disukai banyak orang. Lagu-lagunya dibawakan sendiri dalam sedikitnya dua belas bahasa. Bahasa Inggris, Prancis,  Spanyol, Jerman, Belanda, Italia, Portugis, Ibrani, Welsh, Mandarin, Korsika  dan tentu saja bahasa Yunani.

Lagu-lagunya yang terkenal antara lain Plaisir D’Amour. Goodbye My Love Goodbye , Mawar Putih dari Athena, dan Guten Morgen Sonnenschein. Ia juga berduet dengan Demis Roussos dari Yunani dan Julio Iglesias asal Spanyol.

Dianggap Enteng

Aktivitas warga saat hari pertama beroperasinya bioskop di CGV Bandung Elektronic Center (BEC), Jalan Purnawarman, Kota Bandung, Jumat (9/10/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengapa Provinsi Sunda?

Jumat, 2 Desember 2022 | 14:06 WIB

Siarkan TV Digital, Indonesia Siap Total?

Jumat, 2 Desember 2022 | 10:52 WIB

Dari Egoisme Lahirlah Intoleranlisme

Senin, 28 November 2022 | 16:09 WIB

Dominasi AS Melemah G-20 menjadi Xi-20

Senin, 28 November 2022 | 10:36 WIB

Wabah Sampar di Cicalengka Tahun 1932-1938

Jumat, 25 November 2022 | 19:10 WIB

Cieundeur dan Gempa Cianjur

Jumat, 25 November 2022 | 15:06 WIB

Membangun Budaya Inovasi ASN di Indonesia

Kamis, 24 November 2022 | 14:20 WIB
X