Rekor! Menlu AS Kunjungi 112 Negara

- Selasa, 11 Januari 2022 | 15:15 WIB
Politik luar negeri AS berpedoman kepada empat kepentingan. Bila negara lain mengganggu kepentingan itu, maka akan dianggap lawan. (Pixabay/OpenClipart-Vectors)
Politik luar negeri AS berpedoman kepada empat kepentingan. Bila negara lain mengganggu kepentingan itu, maka akan dianggap lawan. (Pixabay/OpenClipart-Vectors)

Politik luar negeri AS berpedoman kepada empat kepentingan. Bila negara lain mengganggu kepentingan itu, maka akan dianggap lawan.

Sejak diambil sumpahnya oleh Wapres Kamala Harris pada 27 Januari 2021, Menlu Anthony J Blinken telah melakukan perjalanan ke 31 negara termasuk Indonesia. Bila satu lawatan menghabiskan dua hari. Berarti Blinken dalam setahun berada di luar negeri selama 62 hari lebih. Beberapa negara dikunjungi dua atau tiga kali.

Adapun Menlu Hillary Rodham Clinton, selama empat tahun (2009-2013)  masa jabatannya mengunjungi 112 negara. Melakukan perjalanan sejauh 956.733 mil, atau lebih dari 38 kali mengelilingi dunia. Menghabiskan 401 hari perjalanan.

Pesaing Clinton adalah Madeline Albright yang mengunjungi 98 negara yang berbeda mulai dari 1997-2001. Albright pernah melawat ke Jakarta dan dikabarkan meminta Presiden Suharto mundur.  

Jadwal kunjungan Menlu sebanyak itu menunjukkan perhatian negaranya yang bersifat mendunia. Hampir tak ada yang luput atau tanpa campur tangan Amerika Serikat.

Baca Juga: Mendorong Perkembangan Ekonomi Digital Indonesia dalam Society 5.0

Ironisnya tak ada reaksi yang berarti dari masyarakat dunia. Menggantung Presiden Irak Saddam Hussein dengan alasan mempunyai senjata pemusnah massal. Membunuh Pemimpin Libya Moammar Khadafi dengan dalih telah menindas rakyat, padahal motif sebenarnya ialah sebab Khadafi akan mengganti dolar AS dengan dinar. Menginvasi Panama dan mengadili Presiden Manuel Noriega dengan tuduhan terkait narkoba. Menggulingkan Presiden Chile Salvador Allende lewat operasi bersandi Jakarta Operation.  

Menlu AS secara struktural berada pada urutan ketiga setelah Presiden dan Wapres. Tugasnya antara lain  menjadi (1) penasehat utama presiden dalam urusan luar negeri. (2) Melakukan negosiasi yang terkait dengan kepentingan negaranya. Mengakhiri perjanjian dan persetujuan dengan negara lain.(3) Secara pribadi berpartisipasi atau memerintahkan perwakilan negaranya untuk mengikuti konferensi lembaga atau organisasi internasional.    

Empat Elemen

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jangan Ngaku Bestie Kalau Masih Suka Nyinyir

Rabu, 26 Januari 2022 | 15:01 WIB

Berpikir Kritis Bisa Cegah Investasi Bodong

Selasa, 25 Januari 2022 | 14:52 WIB

Manfaat Perdagangan Ekspor untuk Perekonomian

Senin, 24 Januari 2022 | 15:07 WIB

Mempelajari Karakter Orang Melalui Kebiasaannya

Minggu, 23 Januari 2022 | 10:00 WIB

Geotrek, Belajar di Alam dengan Senang dan Nikmat

Jumat, 21 Januari 2022 | 08:25 WIB

Mengenal Manfaat Transit Oriented Development (TOD)

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:35 WIB

Kapitalisme Kekuasaan Zaman

Senin, 17 Januari 2022 | 16:45 WIB
X