Mendorong Perkembangan Ekonomi Digital Indonesia dalam Society 5.0

- Senin, 10 Januari 2022 | 14:42 WIB
Ilustrasi jaringan digital dan komputerisasi yang menggambarkan bagaimana sebuah komputer dapat saling terhubung dan berbagi informasi dengan komputer lain di dunia. (Leorentina Enlison)
Ilustrasi jaringan digital dan komputerisasi yang menggambarkan bagaimana sebuah komputer dapat saling terhubung dan berbagi informasi dengan komputer lain di dunia. (Leorentina Enlison)

Kemajuan dan perubahan yang terjadi di dunia kini telah sampai ke era Society 5.0, sebuah konsep yang dihadirkan oleh Federasi Bisnis Jepang.

Berbeda dengan industri 4.0 yang menekankan pada revolusi digital berupa fisik siber (cyberphysics), society 5.0 lebih menekankan pada peran manusia sebagai pusat peradaban yang memanfaatkan teknologi digital di berbagai bidang dalam kehidupan sehari-hari (human to machine). Kehadiran society 5.0 bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara kemajuan teknologi digital dengan ekonomi paralel menggunakan penyelesaian masalah sosial.

Kecanggihan teknologi dan kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence) sangat membantu kegiatan perekonomian di dunia. Penggunaan internet turut berperan dalam kegiatan ekonomi dan mendorong pertumbuhan sumber ekonomi baru yang dikenal sebagai ekonomi digital.

Adanya penemuan mesin uap pada abad ke-18 meningkatkan produktivitas industri tekstil. Hal ini menandakan revolusi industri 1.0. Hingga sekarang, yang membuat ekonomi menjadi digital atau yang disebut sebagai ekonomi internet adalah jenis kegiatan ekonomi yang menggunakan bantuan teknologi, internet, dan AI.

Baca Juga: Kehancuran Jati Diri Budaya yang Nyata

Kegiatan sehari-hari dan bisnis bisa dilakukan dengan mudah, cepat, dan juga efektif dengan adanya perubahan ekonomi dari yang awalnya manual menjadi serba otomatis. Perubahan ini menandakan bahwa ekonomi digital terus mengalami perkembangan.

Selain itu tidak hanya berdampak pada individu saja, kegiatan ekonomi digital juga memberikan manfaat bagi negara. Menurut Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo, ekonomi digital mempengaruhi penciptaan lapangan kerja berbasis digital sehingga memudahkan konsumen untuk menghemat biaya. Apabila ekonomi digital dikembangkan dengan baik, maka akan mengurangi pengeluaran negara juga.

Menurut data Badan Ekonomi Kreatif, ekonomi digital Indonesia tumbuh sebesar 90 persen dari tahun 2015-2017. Dikutip dari catatan Startup Ranking, tercatat ada sebanyak 2.219 perusahaan startup di Indonesia pada tahun 2021. Hal ini sukses membuat Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Baca Juga: Syarat Tulisan Netizen Ayobandung.com agar Dimuat dan Rincian Hadiah Total 1,5 Juta

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bahan Bangunan dari Cicalengka (1907-1941)

Senin, 3 Oktober 2022 | 16:01 WIB

Penguatan Status Kepegawaian Perangkat Desa

Minggu, 2 Oktober 2022 | 07:00 WIB

Mari Memperbanyak Boks Buku di Stasiun Kereta Api!

Kamis, 29 September 2022 | 11:27 WIB

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB

Citisuk

Senin, 19 September 2022 | 15:35 WIB

Indische Partij Cabang Cicalengka Tahun 1913

Minggu, 18 September 2022 | 14:51 WIB

Bogor Menjadi Destinasi Favorit yang Harus Dibenahi

Rabu, 14 September 2022 | 21:13 WIB
X