Tetap Bersaudara Meskipun Beda Agama

- Minggu, 9 Januari 2022 | 10:27 WIB
[Ilustrasi membaca Al-qur'an] SARA bisa membuat hancurnya tali persaudaraan yang telah lama terjalin di antara umat pemeluk agama. Jangan dibiarkan.  (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
[Ilustrasi membaca Al-qur'an] SARA bisa membuat hancurnya tali persaudaraan yang telah lama terjalin di antara umat pemeluk agama. Jangan dibiarkan. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

SARA bisa membuat hancurnya tali persaudaraan yang telah lama terjalin di antara umat pemeluk agama

Indonesia adalah Negara yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan ras. Keberagaman ini membuat Indonesia kaya dengan aneka budaya dan tradisi yang mengakar dan menyebar di seluruh pelosok negeri.

Karena itu, sebagai bangsa Indonesia, kita patut berbangga karena masyarakat Indonesia memiliki saudara dengan aneka rupa, warna kulit berbeda, budaya, dan juga agama.

Namun, di zaman teknologi dan informasi yang begitu canggih ini, sering kali kita justru mengabaikan nilai-nilai toleransi yang seharusnya dijunjung tinggi. Sebagian masyarakat Indonesia masih terjerat pola pikir yang dangkal sehingga, menjerumuskannya pada kejumudan berpikir. Nilai-nilai toleransi seperti perbedaan agama dan budaya sering kali kita abaikan.

Baca Juga: Mengenal Jenis-jenis Penyakit Hati dan Cara Mengelolanya

Mungkin masih segar dalam ingatan kita, saat menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) beberapa tahun lalu. Sebagian masyarakat Indonesia terbius oleh isu SARA yang berusaha menjatuhkan kandidat tertentu. Sebagaimana diketahui, isu yang diembuskan penuh dengan balutan politis. Padahal, masyarakat Indonesia sudah cerdas dan bisa memilih mana informasi yang hanya hoax dan informasi yang nyata. Di zaman digital ini, serangan berbau SARA yang kerap diembuskan lewat media online dan media sosial jadi salah satu senjata untuk menjatuhkan seseorang atau kelompok tertentu.

Makna Persaudaran dalam Al-Quran

Mari kita renungkan apa yang disampaikan M. Quraish Shihab dalam bukunya berjudul Lentera Al-Quran. Dalam salah satu artikelnya, profesor di bidang Tafsir Alquran ini memaparkan tentang pentingnya menjalin persaudaraan dengan non-Muslim (tidak seagama). Ia menjelaskan bahwa, “saudara” dalam bahasa Alquran adalah “akh”. Kata ini pada mulanya berarti “persamaan dan keserasian”. Karenanya, Alquran surat Al-Isra’ ayat 27 mempersaudarakan pemboros dengan setan karena sifat mereka sama.

Di dalam Alquran ditemukan kata “akh” dalam bentuk tunggal sebanyak 52 kali, sebagian dalam arti saudara kandung, lainnya lagi dalam arti saudara sebangsa meskipun tidak seagama, seperti firman Allah, Kepada kaum ‘Ad (yang durhaka) diutus saudara mereka (Nabi) Hud (QS 7: 65).

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bahan Bangunan dari Cicalengka (1907-1941)

Senin, 3 Oktober 2022 | 16:01 WIB

Penguatan Status Kepegawaian Perangkat Desa

Minggu, 2 Oktober 2022 | 07:00 WIB

Mari Memperbanyak Boks Buku di Stasiun Kereta Api!

Kamis, 29 September 2022 | 11:27 WIB

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB

Citisuk

Senin, 19 September 2022 | 15:35 WIB

Indische Partij Cabang Cicalengka Tahun 1913

Minggu, 18 September 2022 | 14:51 WIB

Bogor Menjadi Destinasi Favorit yang Harus Dibenahi

Rabu, 14 September 2022 | 21:13 WIB
X