Gaga Muhammad, Rachel Vennya, Kim Seonho, dan Cancel Culture

- Jumat, 7 Januari 2022 | 13:08 WIB
Budaya cancel culture merupakan salah satu alat keadilan sosial yang diciptakan masyarakat melalui media sosial sebagai bentuk dari sanksi sosia (Pixabay/GDJ)
Budaya cancel culture merupakan salah satu alat keadilan sosial yang diciptakan masyarakat melalui media sosial sebagai bentuk dari sanksi sosia (Pixabay/GDJ)

Dilansir dari remotivi.co.id, Obama mengatakan bahwa budaya ini memang merupakan sebuah sanksi sosial yang dihadirkan oleh masyarakat sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Namun budaya ini bukan merupakan aktivisme karena hanya akan memperburuk suasana serta tidak akan membuat seseorang berubah. Dengan adanya budaya ini juga, masyakarat lebih mudah untuk menghakimi seseorang berdasarkan keberpihakannya terhadap orang yang dirugikan namun belum tentu informasi tersebut akurat atau benar adanya.

Baca Juga: Efek Film Layangan Putus untuk Emak-Emak

Budaya cancel culture ini juga rentan kaitannya dengan adanya bullying, hate speech yang mana hanya akan merusak kesehatan mental dari seseorang yang tertimpa budaya ini. Jika sudah terjadi, tentunya masyarakat tidak akan bertanggung jawab tentang apapun yang terjadi kedepannya terhadap orang atau public figure tersebut.

Budaya ini kurang tepat dilakukan di Indonesia maupun di negara lainnya, karena dinilai memiliki banyak kekurangan jika diterapkan secara keras atau strict. Namun, budaya ini akan menjadi tepat sasaran atau sesuai apabila dilakukan dengan sadar, mementingkan empati, simpati dan rasa kemanusiaan yang hadir diantaranya. Sanksi sosial memang perlu, namun rasa kemanusiaan tetap perlu diutamakan untuk kesejahteraan dan kehidupan yang damai antar umat manusia. [*]

 

Konten ini dibuat oleh Adinda Afifah Damayanti

Mahasiswi Jurnalistik di Universitas Padjadjaran

Isi konten merupakan tanggung jawab penulis

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cuan Mata Uang Kripto untuk Siapa?

Senin, 23 Mei 2022 | 16:13 WIB

Mendesak Perlunya Tim Ahli Toponimi di Daerah

Jumat, 20 Mei 2022 | 16:02 WIB

Peran Guru Mewujudkan Sumedang Simpati

Rabu, 18 Mei 2022 | 14:40 WIB

Mengelola Nilai Kebijaksanaan

Senin, 16 Mei 2022 | 19:37 WIB

Juara Liga 1 Musim Ini Harga Mati untuk Persib!

Jumat, 13 Mei 2022 | 11:08 WIB

China Belajar dari Perang di Ukraina

Selasa, 10 Mei 2022 | 09:31 WIB

Misteri Uga Bandung dan Banjir Dayeuh Kolot

Senin, 9 Mei 2022 | 12:02 WIB
X