Gaga Muhammad, Rachel Vennya, Kim Seonho, dan Cancel Culture

- Jumat, 7 Januari 2022 | 13:08 WIB
Budaya cancel culture merupakan salah satu alat keadilan sosial yang diciptakan masyarakat melalui media sosial sebagai bentuk dari sanksi sosia (Pixabay/GDJ)
Budaya cancel culture merupakan salah satu alat keadilan sosial yang diciptakan masyarakat melalui media sosial sebagai bentuk dari sanksi sosia (Pixabay/GDJ)

Gaga Muhammad, Rachel Vennya, Kim Seonho, ialah tiga orang yang paling populer menerima budaya cancel culture.

Pada akhir tahun 2021, jagat raya media sosial dihebohkan dengan kasus pemberitaan Kim Seonho salah satu pemeran dalam film Hometown Cha-cha-cha yang berhasil menarik perhatian masyarakat dunia.

Aktor Kim Seonho tersebut diduga melakukan pemaksaan aborsi pada pasangannya saat mereka berpacaran tahun 2020. Hal ini tentunya berdasarkan pengakuan pasangannya tersebut sehari setelah epidose terakhir series Hometown Cha-cha-cha rilis di Netflix.

Kasus tersebut memberikan dampak yang cukup signifikan pada karir Kim Seonho yang sedang naik daun. Pasalnya, ia mengalami budaya cancel culture dari masyarakat dunia khususnya melalui media sosial.

Netizen memberikan berbagai macam argumen dari apa yang telah dilakukan oleh Kim Seonho terhadap pacaranya tersebut. Budaya cancel culture ini membuat Kim Seonho putus kontrak dengan beberapa rekan kerja nya di agensi iklan maupun serial drama Korea.

Hal ini juga terjadi pada Gaga Muhammad, salah satu selebgram yang dipenjara 4,5 tahun akibat mengendara mobil pada saat mabuk hingga menyebabkan sang kekasih Laura Anna mengalami cedera hingga lumpuh. Komentar netizen dari unggahan-unggahan yang berkaitan dengan Gaga dinilai negatif dan berakar pada upaya cancel culture dari netizen terhadap Gaga akibat perbuatannya tersebut. 

Baca Juga: Cuti Narapidana sebagai bentuk Pemenuhan Hak dan Integrasi

Selain itu, Rachel Vennya seorang selebgram yang lari dari karantina Covid-19 setelah bepergian ke luar negeri. Ia terbukti bersalah namun tidak dikenai hukuman berat. Rachel Vennya, pada mula berita ini terungkap ia dibanjiri oleh berbagai komentar negatif hingga kecaman-kecaman yang dilayangkan oleh netizen akibat perbuatannya tersebut. Hal ini membuat ia menutup akun instagram miliknya dan tidak melakukan endorsement hingga saat ini.

Budaya cancel culture  ini merupakan budaya yang sudah ada sejak dahulu kala, budaya yang dulunya disebut sebagai call-out culture atau woke-up culture. Budaya ini merupakan budaya memboikot seseorang akibat problematika, skandal maupun tindakan atau tingkah laku ofensif (SARA) yang telah seseorang lakukan. Budaya ini tentunya memberikan efek seperti mematahkan karir seseorang, menghilangkan dukung masyarakat terhadap orang tersebut serta menghilangkan influence atau pengaruh public figure terhadap lingkungannya.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jangan Ngaku Bestie Kalau Masih Suka Nyinyir

Rabu, 26 Januari 2022 | 15:01 WIB

Berpikir Kritis Bisa Cegah Investasi Bodong

Selasa, 25 Januari 2022 | 14:52 WIB

Manfaat Perdagangan Ekspor untuk Perekonomian

Senin, 24 Januari 2022 | 15:07 WIB

Mempelajari Karakter Orang Melalui Kebiasaannya

Minggu, 23 Januari 2022 | 10:00 WIB

Geotrek, Belajar di Alam dengan Senang dan Nikmat

Jumat, 21 Januari 2022 | 08:25 WIB

Mengenal Manfaat Transit Oriented Development (TOD)

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:35 WIB

Kapitalisme Kekuasaan Zaman

Senin, 17 Januari 2022 | 16:45 WIB
X