Cuti Narapidana sebagai bentuk Pemenuhan Hak dan Integrasi

- Jumat, 7 Januari 2022 | 10:59 WIB
Cuti Narapidana sebagai bentuk Pemenuhan Hak dan Integrasi (Pixabay/ludi)
Cuti Narapidana sebagai bentuk Pemenuhan Hak dan Integrasi (Pixabay/ludi)

Cuti bagi narapidana di antaranya adalah cuti mengunjungi keluarga, cuti menjelang bebas, dan cuti bersyarat.

Narapidana atau menurut sistem pemasyarakatan disebut Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) merupakan pelaku pelanggar hukum yang sedang menjalani masa hukuman atau masa pidana. WBP yang berada di dalam Lapas atau Lembaga Pemasyarakatan memiliki kewajiban untuk patuh dan taat terhadap tata tertib yang berlaku selama ia menjalani pidana.

Pemenjaraan atau yang setelah dikeluarkannya Undang-undang Nomor 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan disebut sebagai Pemasyarakatan merupakan kegiatan untuk melakukan pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan berdasarkan sistem, kelembagaan, dan cara pembinaan yang merupakan bagian akhir dari sistem pemidanaan dalam tata peradilan pidana.

Lembaga pemasyarakatan memiliki kewajiban membina warga binaan sebagai bentuk dari suatu sistem pemidanaan hingga warga binaan tersebut bisa memulihkan kembali kepada kondisi dimana sebelum ia menjalani pidana. Pembinaan yang diperoleh warga binaan sesuai penjelasan dalam Pasal 7 Ayat 2 yaitu pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian, Diperjelas dalam Peraturan Pemerintah Nomor 31 tahun 1999 tentang Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan dalam pasal 3 yaitu: Pembinaan dan pembimbingan kepribadian dan kemandirian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 meliputi hal-hal yang berkaitan dengan: a. ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa; b. kesadaran berbangsa dan bernegara; c. intelektual; d. sikap dan perilaku; e. kesehatan jasmani dan rohani; f. kesadaran hukum; g. reintegrasi sehat dengan masyarakat; h. keterampilan kerja; dan i. latihan kerja dan produksi.

Baca Juga: Efek Film Layangan Putus untuk Emak-Emak

Pembinaan tersebut merupakan hak dan kewajiban yang melekat terhadap warga binaan yang sedang menjalani pidana di lapas. Hak-hak warga binaan diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomro 32 tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Warga binaan pada hakekatnya merupakan insan yang tersesat dalam menjalani hidupnya, warga binaan juga manusia biasa yang harus dihormati dan mendapatkan hak dan melekatnya kewajiban seperti halnya manusia biasa.

Berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM nomor 3 tahun 2018 tentang Syarat dan tata cara pemberian remisi, asimilasi, cuti mengunjungi keluarga, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas dan cuti bersyarat.  Ya benar, Cuti. Cuti bagi warga binaan merupakan bagian dari hak warga binaan. Mungkin sebelum kita berfikir jauh tentang cuti yang sekilas terlintas saat mendengar kata Cuti adalah seperti halnya karyawan atau pegawai yang menjalani cuti atau istilahnya jatah libur.

Namun cuti bagi warga binaan ini tentu berbeda dengan cuti karyawan/ pegawai. Cuti bagi warga binaan ini memiliki syarat yang tentu saja tidak mudah dan tidak semua warga binaan dapat mengajukan cuti, baik itu cuti mengunjungi keluarga, cuti menjelang bebas atau cuti bersyarat.

Baca Juga: Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond, BIVB Kedua dan Bagian Sejarah Persib Bandung

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jangan Ngaku Bestie Kalau Masih Suka Nyinyir

Rabu, 26 Januari 2022 | 15:01 WIB

Berpikir Kritis Bisa Cegah Investasi Bodong

Selasa, 25 Januari 2022 | 14:52 WIB

Manfaat Perdagangan Ekspor untuk Perekonomian

Senin, 24 Januari 2022 | 15:07 WIB

Mempelajari Karakter Orang Melalui Kebiasaannya

Minggu, 23 Januari 2022 | 10:00 WIB

Geotrek, Belajar di Alam dengan Senang dan Nikmat

Jumat, 21 Januari 2022 | 08:25 WIB

Mengenal Manfaat Transit Oriented Development (TOD)

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:35 WIB

Kapitalisme Kekuasaan Zaman

Senin, 17 Januari 2022 | 16:45 WIB
X