Geowisata sebagai Jalan Lain untuk Penguatan Jiwa

- Kamis, 6 Januari 2022 | 19:23 WIB
Peserta geowisata sedang bermain air di hulu sungai yang jernih.  (Foto: T Bachtiar)
Peserta geowisata sedang bermain air di hulu sungai yang jernih. (Foto: T Bachtiar)

Geowisata menjadi kecenderungan wisata alam di dunia, karena selain mendapatkan pengetahuan, juga akan menjadi jalan bagi penguatan jiwa.

Langit masih kelam. Kabut berarak bersama tiupan angin lembah yang dingin. Ratusan pengunjung dengan tangan terlipat sudah berjajar di pelataran yang sempit di pinggir tebing. Mereka datang untuk menikmati kemunculan matahari yang akan menerangi semesta.

Di ufuk timur, sebersit cahaya membentuk garis datar. Cahayanya berubah menjadi ungu, kemudian ada sapuan warna jambu. Perubahan begitu cepat. Ada lengkungan yang bergerak ke atas, warna langit menjadi sedikit jingga. Rasanya mata tak mau berkedip karena dapat melihat perubahan langit yang mengagumkan. Kemunculan matahari menjadi sangat istimewa, yang selama ini tak pernah menjadi perhatian. Inilah kesempatan melihat matahari dengan mata telanjang sedang berlangsung.

Bola raksasa itu muncul dari kegelapan, kemunculannya memulas sebagian langit dengan beragam warna cahaya yang tak terpisahkan, menyatu dalam harmoni, membentangkan pesona yang dan syahdu. Matahari semakin meninggi, cahaya perak menyilaukan, sebagai isyarat untuk segera memalingkan pandangan ke tempat lain, ke kehijauan alam, ke bunga-bunga liar yang terhampar.

Para pengunjung berbalik, ada yang meneruskan perjalanan, ada yang masih belum berabjak pergi. Duduk sambil membiarkan kehangatan matahari mengusap kulit yang selama semalam sampai tagi tadi, dibalut baju hangat dan kantur tidur yang rapat. Sambil menyeruput teh hangat, hanya kekaguman yang terpatri dalam rasa.

Baca Juga: Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond, BIVB Kedua dan Bagian Sejarah Persib Bandung

Mataharinya sama, hanya daerahnya yang berbeda. Apakah disaksikan di puncak gunung, ataukah di pinggir pantai, kekagumannya sama, selalu melebihi apa yang dirasakan setiap kali menyaksikannya. Dengan waktu yang berbeda, matahari dapat disaksikan pada saat terbit, atau menjelang matahari terbenam. Beruntung, pesona itu dapat disaksikan di seluruh Kepulauan Indonesia dengan keadaan buminya yang terbentuk oleh proses geologi yang rumit dan panjang, telah menghasilkan rona bumi yang sangat beragam. Ada rangkaian gunung, ada gunung-gunungapi, ada dataran tinggi, ada tebing yang memanjang, ada lembah yang dalam, ada dataran rendah yang selalu menghijau, ada sungai, ada danau, dan ada goa. Keragaman bumi di berbagai tempat di Indonesia itu tidaklah tiba-tiba terbentuk, namun melalui proses dinamika bumi yang panjang, yang telah dilalui oleh para penghuni kawasan tersebut.

Uap air yang diboyong dari samudra luas, menjadi hujan orografis yang tercurah di lereng-lereng gunung yang ditumbuhi pepohonan, menjadi hutan, menjadi mataair di kaki gunung, mengalirkan air bagi kehidupan. Air yang meresap ke dalam gunungapi, dipanasi oleh panas dari dapur gunung, mengeluarkan air panas di mataairnya.  

Proses dinamika bumi yang terus berlangsung, menghasilkan ronabumi yang beragam, terhampar mulai dari dasar laut dangkal hingga puncak gunung berserta seluruh isinya, keragaman hayati: tumbuhan dan hewan yang menyemarakkan hutan dengan fungsinya masing-masing. Manusia mendiami kawasan yang memungkinkan untuk berkembang, untuk berkehidupan di alam raya yang damai.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bahan Bangunan dari Cicalengka (1907-1941)

Senin, 3 Oktober 2022 | 16:01 WIB

Penguatan Status Kepegawaian Perangkat Desa

Minggu, 2 Oktober 2022 | 07:00 WIB

Mari Memperbanyak Boks Buku di Stasiun Kereta Api!

Kamis, 29 September 2022 | 11:27 WIB

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB

Citisuk

Senin, 19 September 2022 | 15:35 WIB

Indische Partij Cabang Cicalengka Tahun 1913

Minggu, 18 September 2022 | 14:51 WIB

Bogor Menjadi Destinasi Favorit yang Harus Dibenahi

Rabu, 14 September 2022 | 21:13 WIB
X