Tahun Baru Harus Resolusi Baru?

- Selasa, 4 Januari 2022 | 13:37 WIB
Warga Padati Jalan Asia Afrika Jelang Malam Pergantian Tahun 2022. Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana meninjau beberapa titik keramaian pada malam tahun baru 2022. Aktivitas akan dibubarkan oleh aparat. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Warga Padati Jalan Asia Afrika Jelang Malam Pergantian Tahun 2022. Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana meninjau beberapa titik keramaian pada malam tahun baru 2022. Aktivitas akan dibubarkan oleh aparat. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Apakah kamu masih ingin terus membuat resolusi atau tujuan baru untuk tahun baru tanpa ada pertimbangan yang lebih matang?

“Masa tahun baru masih gini-gini aja?” ucap seorang yang ingin menjalani tahun yang baru dengan lebih baik.

Ya, tentunya banyak orang ingin menjalani tahun yang baru dengan lebih tertata dan dapat lebih membuat hidup mereka semakin bahagia. Namun, apakah kita harus selalu memiliki resolusi baru yang lebih “waw” jika dibandingkan resolusi kita di tahun sebelumnya?

Jawabannya memang tergantung pribadi masing-masing. Akan tetapi, satu hal yang perlu diketahui adalah jika kita harus membuat resolusi dengan lebih tertata. Di era seperti sekarang, terdapat suatu metode yang dapat mempermudah kita dalam menetapkan target, rencana dan tujuan, yaitu menggunakan metode SMART Goals.

SMART merupakan kependekan dari Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Timebound. Metode ini muncul pertama kali di tahun 1981 oleh George T. Doran. Saat ini, SMART digunakan oleh berbagai perusahaan-perusahaan di dunia untuk mencapai tujuan bisnis mereka. Harapannya adalah dengan menggunakan metode SMART mereka dapat lebih terarah untuk mencapai target yang ingin diraih.

Cara Mengimplementasikan Metode SMART

Bagian pertama adalah specific atau khusus. Saat kamu memiliki target ataupun rencana kamu perlu menetapkan target yang spesifik. Buat target secara detail, jelas dan dapat dipaparkan dengan baik. Artinya suatu target yang secara khusus, bukan target yang dapat ditentukan secara umum. Seperti contohnya, kamu menentukan target umum, seperti “Saya harus lebih sering melakukan investasi,” dengan target spesifik, yaitu “Saya harus melakukan investasi agar memiliki rumah dalam 5 tahun yang akan datang,”.

Bagian kedua adalah measurable atau terukur. Apabila kamu sudah menentukan tujuan secara spesifik, maka langkah selanjutnya adalah mengukur progress dari tujuan spesifik yang sudah kamu buat. Apakah kita bisa melihat kita semakin dekat dengan tujuan atau tidak. Fungsi dari adanya Measurable juga untuk melihat dan menentukan langkah selanjutnya dari fakta-fakta yang sudah ada.

Baca Juga: Praktik 'Kucing-kucingan' ASN Keluar Kota saat Libur Tahun Baru 2022

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mendesak Perlunya Tim Ahli Toponimi di Daerah

Jumat, 20 Mei 2022 | 16:02 WIB

Peran Guru Mewujudkan Sumedang Simpati

Rabu, 18 Mei 2022 | 14:40 WIB

Mengelola Nilai Kebijaksanaan

Senin, 16 Mei 2022 | 19:37 WIB

Juara Liga 1 Musim Ini Harga Mati untuk Persib!

Jumat, 13 Mei 2022 | 11:08 WIB

China Belajar dari Perang di Ukraina

Selasa, 10 Mei 2022 | 09:31 WIB

Misteri Uga Bandung dan Banjir Dayeuh Kolot

Senin, 9 Mei 2022 | 12:02 WIB
X