Ketenagakerjaan Kota Banjar di Masa Pandemi

- Senin, 3 Januari 2022 | 11:14 WIB
Pada tahun 2020, Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Banjar, berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional mencapai 6,73 persen. (Pixabay/photosforyou)
Pada tahun 2020, Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Banjar, berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional mencapai 6,73 persen. (Pixabay/photosforyou)

Pada tahun 2020, Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Banjar, berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional mencapai 6,73 persen.

Penyebaran pandemi Covid-19 telah memaksa pemerintah melakukan kebijakan penguncian wilayah dan pembatasan sosial secara besar-besaran.

Pada masa awal pandemi, pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di seluruh wilayah. Konsekuensinya, kebijakan tersebut menyebabkan aktivitas ekonomi dan sosial menjadi terganggu yang pada akhirnya berpengaruh negatif terhadap perekonomian secara keseluruhan.

Dampak dari terganggunya perekonomian sangat terasa pada sektor ketenagakerjaan. Banyak perusahaan yang menutup usaha dan mengalami kebangkrutan, yang berakibat pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara besar-besaran. Adanya PHK secara besar-besaran dan jumlah tenaga kerja bertambah seiring dengan pertambahan penduduk, mengakibatkan peningkatan tingkat pengangguran.

Pada tahun 2020, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Banjar berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2020 mencapai 6,73 persen. Naik 0,63 persen dari tahun 2019 yang hanya 6,10 persen.

Baca Juga: Konflik Iran dengan Israel Lebih Berbahaya Dibanding AS dan China

Melihat kebelakang, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Banjar pada tahun sebelumnya sudah menunjukkan penurunan. Pada tahun 2016 mencapai 7,38 persen, kemudian mengalami penurunan mencapai 5,97 persen pada tahun 2017 dan 5,89 persen pada tahun 2018. Pada tahun 2019 angka pengangguran terbuka naik sedikit menjadi 6,10 persen.

Secara perlahan pandemi COVID- 19 mulai terkendali dan cakupan vaksinasi yang terus meningkat berdampak pada mulai pulihnya aktivitas perekonomian. Adanya pelonggaran pembatasan mobilitas masyarakat, memudahkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas perekonomian dan aktivitas lainnya. Sekarang Kota Banjar berada di PPKM Level 1, dan capaian vaksinasi yang mencapai lebih dari 70 persen adalah salah satu modal yang kuat untuk meningkatkan aktivitas perekonomian.

Angkatan kerja merupakan bagian dari penduduk usia kerja, sehingga jumlah angkatan kerja sangat tergantung pada jumlah penduduk usia kerja yang masuk ke dalam angkatan kerja. Jumlah angkatan kerja setiap tahunnya terus mengalami peningkatan sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk usia kerja  Idealnya, ketersedian lapangan pekerjaan juga mengalami peningkatan sejalan dengan bertambahnya angkatan kerja. Faktanya, ketersediaan lapangan kerja belum mampu menyerap seluruh angkatan kerja yang ada. Dan inilah yang akhirnya menimbulkan pengangguran.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inflasi dan Pasar Saham Indonesia

Rabu, 6 Juli 2022 | 12:41 WIB

Kerbau di Cicalengka Tahun 1880-1900

Minggu, 3 Juli 2022 | 19:36 WIB

Menengok Alasan Seseorang Tetap Melajang

Jumat, 1 Juli 2022 | 15:53 WIB

ASEAN Diapit Dua Konflik

Senin, 27 Juni 2022 | 14:49 WIB

Mengapa India Ditinggalkan Australia cs?

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:55 WIB

Ukraina di Ambang Perdamaian?

Selasa, 21 Juni 2022 | 15:14 WIB

Cibacang dan Cilimus yang Abadi dalam Toponimi

Minggu, 19 Juni 2022 | 15:42 WIB
X