Geliat Pariwisata dan Ancaman Omicron di Indonesia

- Kamis, 30 Desember 2021 | 17:25 WIB
Ditengah kebangkitan sektor usaha pariwisata, muncul ancaman varian baru Covid-19 yang belakangan dikenal dengan nama Omicron. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Ditengah kebangkitan sektor usaha pariwisata, muncul ancaman varian baru Covid-19 yang belakangan dikenal dengan nama Omicron. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Di tengah kebangkitan sektor usaha pariwisata, muncul ancaman varian baru Covid-19 yang belakangan dikenal dengan nama Omicron.

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia selama hampir 2 tahun ini telah meruntuhkan semua sektor usaha. Pariwisata menjadi salah satu sektor usaha yang paling terdampak. Ini dikarenakan kunjungan wisatawan yang turun drastis selama pandemi berlangsung.

Masing-masing negara memiliki kebijakan yang berbeda dalam penanganan pandemi Covid-19. Beberapa negara memberlakukan Lockdown guna menghentikan secara total mobilitas warganya. Lain halnya dengan Indonesia yang hanya membatasi mobilitas warga dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan di awal pandemi. Kemudian mulai dilonggarkan dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan level tertentu sesuai dengan kondisi di daerah. Berbagai kebijakan yang membatasi mobilitas warga ini menjadi salah satu penyebab sektor usaha pariwisata di Indonesia lumpuh total.

Pariwisata Indonesia Selama Pandemi

Kondisi pariwisata di Indonesia selama pandemi sangat memprihatinkan. Bali sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara dapat dikatakan lumpuh total. Belum lagi, objek wisata kuliner di beberapa daerah tidak dapat beroperasi. Tempat rekreasi yang biasanya ramai dikunjungi seperti kebun binatang pun ditutup. Hal ini dikarenakan adanya pembatasan kegiatan di luar rumah oleh Pemerintah.

Baca Juga: Sisa Sejarah Manusia Purba di Goa Pawon

Sementara itu, hotel berbintang atau penginapan juga tidak luput dari dampak pandemi. Awal pendemi, usaha ini bahkan tidak diizinkan beroperasi sehingga beberapa diantaranya terpaksa harus tutup secara permanen. Menurut data Badan Pusat Statistik, tingkat hunian kamar hotel berbintang mencapai titik terendah pada April 2020, yakni tidak lebih dari 15 persen. Bahkan tingkat hunian kamar hotel berbintang terendah terdapat di Provinsi Bali yang selama ini menjadi destinasi favorit Indonesia. Tidak lebih dari 3 persen kamar hotel berbintang di Bali terisi pada Mei dan Juni 2020.

Sektor Pariwisata Mulai Menggeliat

Dalam beberapa bulan terakhir, angka kasus aktif serta penambahan kasus baru Covid-19 di Indonesia mulai menurun. Pemerintah Indonesia sudah dapat mengendalikan pandemi yang telah terjadi selama 2 tahun belakangan ini. Seiring dengan melandainya angka penambahan kasus baru, sektor usaha pariwisata mulai bangkit. Beberapa tempat wisata mulai dibuka dengan pembatasan jumlah pengunjung dan penerapan protokol kesehatan yang diawasi dengan ketat. Para wisawatan juga sudah mulai berani untuk keluar rumah untuk berwisata.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB

Citisuk

Senin, 19 September 2022 | 15:35 WIB

Indische Partij Cabang Cicalengka Tahun 1913

Minggu, 18 September 2022 | 14:51 WIB

Bogor Menjadi Destinasi Favorit yang Harus Dibenahi

Rabu, 14 September 2022 | 21:13 WIB

Kompi Artileri ke-19 di Nagreg sejak 1905

Minggu, 11 September 2022 | 14:19 WIB

Pelangi Ratu Elizabeth II dalam Paririmbon Sunda

Minggu, 11 September 2022 | 07:00 WIB

Perihal RUU Sisdiknas dan Kesejahteraan Guru

Minggu, 11 September 2022 | 06:00 WIB

KurMer dalam Falsafah Jawa: Mamayu Hayuning Bawana

Jumat, 9 September 2022 | 16:25 WIB

Raja Surakarta Kunjungi Hotel Isola

Jumat, 9 September 2022 | 15:44 WIB

Cinambo Semula Berupa Dasar Sungai

Kamis, 8 September 2022 | 21:32 WIB
X