Teknologi Artificial Intelligence dalam Dunia Pendidikan: Memanfaatkan atau Digantikan

- Senin, 6 Desember 2021 | 14:09 WIB
 Artificial Intelligence yang disingkat AI (Kecerdasan Buatan) saat ini mulai mencuri perhatian sebagai alat untuk berperan sebagaimana manusia. (Wikimedia Commons (CC))
Artificial Intelligence yang disingkat AI (Kecerdasan Buatan) saat ini mulai mencuri perhatian sebagai alat untuk berperan sebagaimana manusia. (Wikimedia Commons (CC))

Eksitensi artificial intelligence yang disingkat AI (kecerdasan buatan) saat ini mulai mencuri perhatian sebagai alat untuk berperan sebagaimana manusia.

Perkembangan teknologi yang melaju pesat di era sekarang menjadi sebuah perubahan yang cukup besar dalam kehidupan masyarakat. Mulai dari cepatnya koneksi internet, gawai dan komputer yang semakin mutakhir dan modern.

Di dunia saat ini kita mengenal istilah Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 sebagai bagian dari perkembangan teknologi. Pesatnya perkembangan teknologi ini masuk ke semua sektor, termasuk kepada sektor pendidikan.

Dalam dunia pendidikan, perkembangan teknologi ini sering digunakan sebagai alat bantu. Seperti misalnya portal situs pencarian mesin Google, YouTube yang digunakan untuk mengakses materi, baik untuk guru, maupun siswa. Kemudian pemanfaatan buku cetak saat ini perlahan berganti dengan buku digital (e-book), bahkan dalam pengelolaan kelas pun sekolah mulai memanfaatkan Learning Management System untuk memudahkan proses pengelolaan pembelajaran berlangsung. Bahkan untuk mengelola alat evaluasi pun terdapat banyak platform seperti: Kahoot, Quizizz, Wordwall, Google Form, dll.

Pendidikan era disrupsi ini yang mulai ramai dibicarakan oleh para akademisi dari beberapa tahun kebelakang, benar-benar diimplementasikan saat merebaknya wabah pandemi Covid-19 saat bulan maret 2020 hingga sekarang. Semua sekolah ditutup, dan pembelajaran beralih menjadi daring (dalam jaringan) dengan tergantung kepada gadget dan internet.

Ruang kelas di sekolah yang merupakan tempat berlangsungnya pendidikan pun untuk sementara digantikan melalui pertemuan secara virtual dengan menggunakan video conference seperti: Zoom, Google Meet, Cisco Webex, Skype, dan platform lainnya. Hal ini dapat menandakan bahwa pendidikan dapat dilakukan dimana-mana. Selain itu terdapat juga kanal-kanal pembelajaran secara digital yang dapat diakses melalui langganan.

Baca Juga: Menguak Problem Mendasar Upah Buruh dan Solusinya

Dalam perkembangan teknologi yang lebih baru lagi adalah munculnya istilah artificial intelligence yang disingkat AI (kecerdasan buatan) yang saat ini mulai mencuri perhatian sebagai alat untuk berperan sebagaimana manusia.

Secara definisi, kecerdasan buatan Menurut John McCarthy, 1956 (dalam merdeka.com), artificial intelligence adalah untuk mengetahui dan memodelkan proses–proses berpikir manusia dan mendesain mesin agar dapat menirukan perilaku manusia. Menurut Sutojo (2011:3 dalam tulisan Diah Budiarti newmalangpos.id) bahwa AI yaitu intelligence adalah kata sifat yang berarti cerdas, sedangkan artificial artinya buatan.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mari Memperbanyak Boks Buku di Stasiun Kereta Api!

Kamis, 29 September 2022 | 11:27 WIB

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB

Citisuk

Senin, 19 September 2022 | 15:35 WIB

Indische Partij Cabang Cicalengka Tahun 1913

Minggu, 18 September 2022 | 14:51 WIB

Bogor Menjadi Destinasi Favorit yang Harus Dibenahi

Rabu, 14 September 2022 | 21:13 WIB

Kompi Artileri ke-19 di Nagreg sejak 1905

Minggu, 11 September 2022 | 14:19 WIB

Pelangi Ratu Elizabeth II dalam Paririmbon Sunda

Minggu, 11 September 2022 | 07:00 WIB

Perihal RUU Sisdiknas dan Kesejahteraan Guru

Minggu, 11 September 2022 | 06:00 WIB
X