Stereotip Kesetaraan Gender Perempuan

- Senin, 6 Desember 2021 | 12:43 WIB
Pixabay/mohamed_hassan
Pixabay/mohamed_hassan

Yang terakhir terdapat beban kerja, karena adanya anggapan perempuan merupakan makhluk yang lemah, maka laki-laki lebih dominan dalam bekerja. Para perusahaan lebih mementingkan para pekerja laki-laki yang dianggap lebih kuat.

Aspek-aspek tersebut memperkuat fakta bahwa di negara kita ini, kesetaraan belum sepenuhnya terjalin dengan baik. Terlebih lagi pada daerah perkampungan ataupun desa yang masih kental dengan rukun warga. Dalam desa tersebut sangat erat dengan sistem patriarki yang menganggap bahwa perempuan hanya dapat dan mempunyai kewajiban menjadi ibu rumah tangga dan seorang laki-laki menjadi pencari nafkah.

Baca Juga: Dari Dominique Willem Berretty untuk Masjid Nijladweg Cipaganti

Sedangkan di kota, sistem patriarki sudah tidak lagi dianut, akan tetapi stereotype atau cara pandang seseorang mengenai perempuan yang menjadi manusia kelas dua di bawah laki-laki masih ada. Cara pandang itu lah yang menjadikan perempuan dipandang sebelah mata. Dan hal ini, sekali lagi menjelaskan bahwa adanya pandangan pada perempuan sebagai makhluk yang lemah.

Di sisi lain, banyak yang mengartikan bahwa gender adalah pembagian antara laki-laki dan perempuan secara biologis. Hal itu salah besar, karena gender lebih mengacu pada peran, perilaku, ekspresi dan identitas seseorang mengenai suatu tindakan atau pekerjaan yang dilakukan. Kesalahpahaman persepsi inilah yang menimbulkan stereotype terhadap sistem patriarki yang ada.

Tidak jauh dari sistem patriarki, perempuan sering dikaitkan mengenai perilaku seksisme.

“Ngapain sekolah tinggi-tinggi, nanti juga balik lagi ke dapur.”

“Perempuan nggak usah kerja, urusin rumah aja.”

“Ih, pakaiannya terbuka, pasti cewek nggak bener.”

Baca Juga: Vaksinasi Kota Bandung Capai 99 Persen

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cuan Mata Uang Kripto untuk Siapa?

Senin, 23 Mei 2022 | 16:13 WIB

Mendesak Perlunya Tim Ahli Toponimi di Daerah

Jumat, 20 Mei 2022 | 16:02 WIB

Peran Guru Mewujudkan Sumedang Simpati

Rabu, 18 Mei 2022 | 14:40 WIB

Mengelola Nilai Kebijaksanaan

Senin, 16 Mei 2022 | 19:37 WIB

Juara Liga 1 Musim Ini Harga Mati untuk Persib!

Jumat, 13 Mei 2022 | 11:08 WIB

China Belajar dari Perang di Ukraina

Selasa, 10 Mei 2022 | 09:31 WIB

Misteri Uga Bandung dan Banjir Dayeuh Kolot

Senin, 9 Mei 2022 | 12:02 WIB
X