Sejarah Sayur Lodeh, Masakan Jawa Sejak Abad 10 dan Mitos Penangkal Wabah

- Senin, 6 Desember 2021 | 09:06 WIB
Sayur lodeh, hidangan khas Jawa sejak abad 10 yang sejarahnya diliputi mitos sebagai penangkal wabah. (Badiatul Muchlisin Asti)
Sayur lodeh, hidangan khas Jawa sejak abad 10 yang sejarahnya diliputi mitos sebagai penangkal wabah. (Badiatul Muchlisin Asti)

Meski sederhana, sejarah sayur lodeh cukup kompleks dan rumit. dipercaya berasal dari masa kejayaan peradaban Jawa pada abad 10 dan jadi penangkal wabah.

Dalam pustaka kuliner Jawa, terdapat pelbagai menu sayur berkuah yang populer, di antaranya adalah sayur bobor dan sayur bening. Satu lagi, yang tak kalah populer dan masuk dalam kategori comfort food serta—boleh dibilang—menjadi top of mind atau yang dipastikan selalu ada dalam rumah makan masakan Jawa, yaitu sayur lodeh atau orang Jawa bilang jangan lodhèh.

Sayur lodeh adalah masakan sayur berkuah santan yang bercita rasa gurih. Masakan ini populer sebagai masakan Jawa, terutama di wilayah Jawa Tengah dan DI Jogjakarta. Bahan-bahan yang sering digunakan untuk sayur lodeh antara lain terong, labu siam, gori atau tewel, keluwih, kacang panjang, rebung,  petai, wortel, dan lainnya.

Selain itu, sayur lodeh juga bisa dibuat  dengan bahan tempe, tahu, krecek, dan lainnya, baik sebagai bahan utama maupun pelengkap. Sehingga, kita  banyak menjumpai variasi lodeh, seperti lodeh gori, lodeh keluwih, lodeh rebung, lodeh terong, lodeh tahu tempe, lodeh tahu kacang panjang, lodeh labu siam, lodeh terong tahu tempe, dan sebagainya.

Chef Vindex Tengker dalam buku Nglencer ke Yogyakarta, Resep Khas dan Unik dari Keraton, Pasar Beringharjo, dan Sekitarnya (2017) menyebutkan, sayuran khas ini dapat dijumpai di hampir seluruh pulau Jawa, dengan isian yang berbeda-beda. Cara memasaknya pun berbeda-beda. Ada yang ditumis atau dengan cara memasuk-masukkan bumbu (di Jawa Tengah dan Jawa Timur sering disebut “kelan”).

Menurut Chef Vindex Tengker, di Pasar Beringharjo sayur lodeh disajikan sebagai pilihan sayur berkuah selain sayur asam, sebagai pendamping empal goreng. Jika suka pedas, dapat ditambah rawit merah pada bumbu halus atau ditambah rawit merah utuh yang dimasukkan bersama sayuran. 

Sayur lodeh biasanya disajikan bersama nasi putih hangat, dengan lauk tempe dan tahu goreng, ikan asin, ayam goreng, empal, kerupuk, dan lainnya, dengan kondimen yang nyaris selalu ada, yakni sambal. Paduan lengkap dalam sajian ini, bagi orang Jawa, sangat menggugah selera dan nglangeni.

Baca Juga: Lezatnya Nasi Ayam, Nasi Liwet Wong Semarang

Sejarah Sayur Lodeh dan Mitos Penangkal Wabah

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mari Memperbanyak Boks Buku di Stasiun Kereta Api!

Kamis, 29 September 2022 | 11:27 WIB

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB

Citisuk

Senin, 19 September 2022 | 15:35 WIB

Indische Partij Cabang Cicalengka Tahun 1913

Minggu, 18 September 2022 | 14:51 WIB

Bogor Menjadi Destinasi Favorit yang Harus Dibenahi

Rabu, 14 September 2022 | 21:13 WIB

Kompi Artileri ke-19 di Nagreg sejak 1905

Minggu, 11 September 2022 | 14:19 WIB

Pelangi Ratu Elizabeth II dalam Paririmbon Sunda

Minggu, 11 September 2022 | 07:00 WIB

Perihal RUU Sisdiknas dan Kesejahteraan Guru

Minggu, 11 September 2022 | 06:00 WIB
X