Jaringan Jalan Raya antara Bandung, Garut, dan Pameungpeuk

- Jumat, 3 Desember 2021 | 15:16 WIB
Jalan Cagak Nagreg sebelum tahun 1880. Kapan jalan antara jalan cagak Nagreg ke Garut ini dibuat? Sampai tahun 1850-an, jalan yang menghubungkan perjalanan panjang dari Bandung sampai ke Pameungpeuk belum terpetakan. (Foto digital koleksi KITLV)
Jalan Cagak Nagreg sebelum tahun 1880. Kapan jalan antara jalan cagak Nagreg ke Garut ini dibuat? Sampai tahun 1850-an, jalan yang menghubungkan perjalanan panjang dari Bandung sampai ke Pameungpeuk belum terpetakan. (Foto digital koleksi KITLV)

Kapan jalan antara jalan cagak Nagreg ke Garut ini dibuat? Sampai tahun 1850-an, jalan yang menghubungkan perjalanan panjang dari Bandung sampai ke Pameungpeuk belum terpetakan.

Jalan setapak antar kampung di Jawa Barat pada awal abad ke-16, dapat diketahui dari catatan Bujangga Manik, seperti yang terdapat dalam buku Tiga Pesona Sunda Kuna karya J Noorduyn dan A Teeuw (2009).

Bujangga Manik melakukan perjalanan suci seorang diri, mengunjungi pusat-pusat keagamaan, dan menziarahi tempat-tempat sakral di sepanjang Pulau Jawa dan Pulau Bali.

Dari kisahnya ini menyiratkan, bahwa pada awal abad ke-16, di Jawa Barat, khususnya, sudah terdapat jalan-jalan setapak yang hidup, yang biasa dilalui oleh penduduknya, yang menghubungkan satu kampung dengan kampung lainnya.

Ketika perekebunan mulai dikembangkan di bawah kekuasaan VOC di bawah pengawasan para bupati saat itu, maka jalan-jalan setapak dibuat untuk menghubungkan perkebunan dengan kota-kota terdekat. Hasil perkebunan seperti kopi, dipikul oleh para petani, atau dimuat di punggung kerbau menuju gudang-gudang kopi.

Baca Juga: Proses Terbentuknya Karanghawu

Pembukaan perkebunan-perkebunan di Priangan, telah mendorong dibukanya jaringan jalan raya untuk mengangkut hasil perkebunan, mulai dari perkebunan teh, kina di tempat-tempat yang tinggi, sampai perkebunan karet dan tebu di tempat yang  lebih rendah dan panas. Jaringan jalan di dalam perkebunan dan antar perkebunan, dibangun sesuai kebutuhan dalam pengangkutan hasil perkebunan dari kebun ke pabrik pengolahan.

Jaringan jalan raya yang lebih lebar dan terukur, baru dimulai setelah terbitnya Surat Keputusan dari Marsekal Gubernur Jenderal Daendels tanggal 5 Mei 1808, tentang pembangunan jalan raya pos antara Buitenzorg sampai Karangsambung, menyiratkan adanya dua kepentingan utama, pertama karena nilai ekonomi, dan kedua untuk pertahanan Negara.

Karena tidak adanya jalan yang baik, hal ini akan berdampak pada pemasukan Negara dan bagi penduduk. Jaringan jalan di berbagai daerah dibangun mengikuti pembukaan perkebunan. Pembangunan jalan itu melibatkan pemerintah, pengusaha, dan masyarakat setempat.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Geotrek, Belajar di Alam dengan Senang dan Nikmat

Jumat, 21 Januari 2022 | 08:25 WIB

Mengenal Manfaat Transit Oriented Development (TOD)

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:35 WIB

Kapitalisme Kekuasaan Zaman

Senin, 17 Januari 2022 | 16:45 WIB

Geotrek Lintas Kars Citatah

Jumat, 14 Januari 2022 | 15:01 WIB

Adopsi Spirit Doll: Antara Tren, Sugesti, dan Delusi

Kamis, 13 Januari 2022 | 14:53 WIB

Rekor! Menlu AS Kunjungi 112 Negara

Selasa, 11 Januari 2022 | 15:15 WIB

Kehancuran Jati Diri Budaya yang Nyata

Minggu, 9 Januari 2022 | 12:22 WIB
X