Bandoengsch Inlandsch Voetbal Bond: Perserikatan Pertama Bangsa Pribumi di Bandung

- Kamis, 2 Desember 2021 | 14:36 WIB
Kaoem Moeda edisi 10 Juli 1917. Pada tahun 1919, koran tersebut kerap kali mewartakan perkembangan sepak bola yang dimainkan pribumi. (Arsip Kaoem Moeda)
Kaoem Moeda edisi 10 Juli 1917. Pada tahun 1919, koran tersebut kerap kali mewartakan perkembangan sepak bola yang dimainkan pribumi. (Arsip Kaoem Moeda)

Bandoengsch Inlandsch Voetbal Bond (BIVB) ialah perserikatan bangsa Pribumi dalam sepak bola yang pertama ada di Bandung.

Kegemaran membolak-balik arsip lama ternyata sangat mengasyikkan sekaligus mengejutkan. Karena banyak “hal baru” yang dapat kita temukan. Sebenarnya “baru ditemukan” lagi setelah sekian lama tertumpuk di pusat-pusat arsip atau dalam koleksi pribadi.

Hal-hal itu sudah lama berlalu, tergilas waktu, sehingga tidak lagi jadi kenangan kolektif. Kita tidak tahu, karena orang sebelumnya tidak menyampaikannya kepada kita. Di sisi lain, media yang sempat menyiarkannya belum dibuka atau malah sudah musnah.

Inilah yang saya alami ketika membuka-buka koran terbitan Bandung tahun 1919, yaitu Kaoem Moeda (KM). Menurut sejarah, surat kabar ini diterbitkan antara 1912 hingga 1941. Namanya mula-mula bukan KM, melainkan Sinar Pasoendan, yang diterbitkan pada 5 Desember 1911 dan dimiliki Haji Mohammad Affandi. Setelah bernama KM, surat kabar ini terbit tiga kali dalam seminggu sejak 2 April 1912.     

Pada edisi 1914, dalam susunan redaksi KM tertulis directeur dan hoofdredacteur-nya adalah A.H. Wignjadisastra, dengan K.H. Abdulgani dan R. Tjakraamidjaja, mederedacteur-nya M. Kartawidjaja, dan administrateur K.M. Joenoes. Penerbitnya N.V. Dagblad Kaoem Moeda di Bandung, dengan alamat Kebonjati Weg, Telefoon No. 395. Surat kabar yang dicetak Fortuna ini diterbitkan “setiap hari, kecuali hari Minggu dan hari besar”.

Pada edisi 10 Juli 1917, susunannya menjadi directeur A.H. Wignjadisastra, administrateur K.M. Joenoes dan onder administrateur H. Abdulgani, hoofdredacteur Abdoel Moeis (verlof ke Europa), plv. hoofdredacteur Djojopranoto, dan redacteur di Lampung M.A. Padmawiganda. Kantor redaksi dan administrasinya di Kanomanweg, Telefoon 395. Sementara pada edisi 7 Januari 1919, jabatan direktur dan pemimpin redaksi dirangkap oleh A.H. Wignjadisastra. Sementara administraturnya masih tetap. Kecuali Abdoel Moeis yang mengundurkan diri pada September 1917.

Lalu, apa yang sangat mengasyikkan sekaligus mengejutkan dari KM, khususnya terbitan 1919? Bagi saya sendiri, salah satu keasyikan dan keterkejutannya adalah mendapati adanya perserikatan sepak bola pribumi yang pertama ada di Bandung, yakni Bandoengsch Inlandsch Voetbal Bond (BIVB).

Perserikatan Sepak Bola Bangsa Pribumi

Terbitan KM paling lama yang berhasil saya baca adalah edisi 7 Januari 1917. Di situ ada kabar tentang rapat yang sudah diselenggarakan oleh BIVB di tempat klub STER di Andir yang berkaitan dengan penggalangan dana.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Geotrek Lintas Kars Citatah

Jumat, 14 Januari 2022 | 15:01 WIB

Adopsi Spirit Doll: Antara Tren, Sugesti, dan Delusi

Kamis, 13 Januari 2022 | 14:53 WIB

Rekor! Menlu AS Kunjungi 112 Negara

Selasa, 11 Januari 2022 | 15:15 WIB

Kehancuran Jati Diri Budaya yang Nyata

Minggu, 9 Januari 2022 | 12:22 WIB

Tetap Bersaudara Meskipun Beda Agama

Minggu, 9 Januari 2022 | 10:27 WIB

Efek Film Layangan Putus untuk Emak-Emak

Jumat, 7 Januari 2022 | 08:52 WIB

Geowisata sebagai Jalan Lain untuk Penguatan Jiwa

Kamis, 6 Januari 2022 | 19:23 WIB
X