Kisah Barsisha dan Ajaran Berharga tentang Aib Manusia

- Senin, 29 November 2021 | 16:55 WIB
Kisah Barsisha mestinya jadi renungan tentang aib, agar kita selalu berusaha hati-hati dalam berucap, menulis, dan mengomentari. (Pixabay/zibik)
Kisah Barsisha mestinya jadi renungan tentang aib, agar kita selalu berusaha hati-hati dalam berucap, menulis, dan mengomentari. (Pixabay/zibik)

Kisah Barsisha mestinya dapat selalu kita jadikan renungan tentang aib, agar kita selalu berusaha hati-hati dalam berucap, menulis, dan mengomentari kehidupan orang lain.

Era digital seperti saat ini, orang-orang begitu mudahnya melontar komentar sesuka hati bahkan dengan entengnya menghujat sesama. Semisal ada orang yang baru melakukan kemaksiatan atau hal yang melanggar norma, dengan lincahnya jari-jari mereka mengetik, membuat status berisi hujatan, gunjingan, dan menyebarluaskan aib orang lain.

Seolah mereka menganggap diri paling suci, tak pernah berbuat dosa, sehingga merasa berhak menghakimi kehidupan orang lain yang sedang jatuh berlumur dosa.

Terbetik pertanyaan di benak, apa mereka tak sadar bila sewaktu-waktu mereka juga bisa jatuh ke dalam kemaksiatan serupa orang tersebut? Atau kemaksiatan lain yang tingkat dosanya setara bahkan lebih besar dari dosa orang tersebut? Apa jangan-jangan mereka sudah merasa menjadi hamba yang sangat beriman dan memiliki benteng ketakwaan yang sedemikian kuat sehingga merasa tak mungkin dijebol oleh bujuk rayu syetan? Mungkin saat ini, hari ini, detik ini, kita masih bisa menghindari kemaksiatan, tapi siapa yang bisa menjamin esok atau lusa kita bisa terbebas dari tipu daya syetan yang begitu gencar menggoda para manusia agar membantah perintah dan berpaling dari-Nya?

Baca Juga: Diversifikasi Prestasi Olahraga Nasional

Kisah Barsisha (ada yang menulis Barseso), seorang lelaki yang terkenal sangat ahli ibadah dan begitu masyhur di kalangan umat Islam mestinya dapat selalu kita jadikan renungan, agar kita selalu berusaha hati-hati dalam berucap, menulis, dan mengomentari kehidupan orang lain.

Juga, agar kita tak mudah menghakimi sesama dan merasa diri lebih baik, lebih takwa, lebih suci, lebih alim daripada orang lain.

Ulin Nuha Karim, dalam laman NU Online (21/3/2018) menjabarkan panjang lebar kisah tentang Barsisha yang di akhir hidupnya justru mengalami su'ul khatimah. Cerita tentang Barsisha dinarasikan dari kisah yang ada dalam kitab Mukhtashar Tadzkiratul Qurtubi karya Syekh Abdul Wahab As-Sya'roni.

Barsisha mengalami su'ul khatimah gara-gara terbujuk rayuan iblis yang begitu piawai membisikkan kata-kata manis penuh tipu daya. Dikisahkan, Barsisha adalah guru spiritual ulung yang memiliki ribuan murid (konon mencapai 60 ribu) dan kesemuanya berilmu tinggi dan memiliki keramat bisa terbang. Malaikat saja sampai merasa kagum dengan kealiman Barsisha.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wisata dari Titik Nol Bandung

Senin, 8 Agustus 2022 | 20:11 WIB

Penempatan Siswa di Kelas berdasar Gaya Belajar

Senin, 8 Agustus 2022 | 19:45 WIB

Paypal Diblokir, Bagaimana Nasib para Freelancer?

Senin, 8 Agustus 2022 | 15:19 WIB

Mari Kita Sukseskan Desa Cantik

Jumat, 5 Agustus 2022 | 09:51 WIB

Citayeum, Citayem, dan Citayam

Kamis, 4 Agustus 2022 | 16:50 WIB
X