Peluang Iran untuk Sedikit Bernapas

- Senin, 29 November 2021 | 15:17 WIB
Perundingan hari ini di Wina akan membuka celah, sekalipun sedikit, bagi Iran untuk bernapas. Dijadwalkan berlangsung Senin ini. (picpedia.org/Nick Youngson)
Perundingan hari ini di Wina akan membuka celah, sekalipun sedikit, bagi Iran untuk bernapas. Dijadwalkan berlangsung Senin ini. (picpedia.org/Nick Youngson)

Perundingan hari ini di Wina akan membuka celah, sekalipun sedikit, bagi Iran untuk bernapas.

Perundingan antara Iran dengan lima negara pemilik senjata nuklir dijadwalkan berlangsung Senin, 29 November 2021 di Wina, Austria.

Waktu Wina enam jam lebih lambat dibandingkan waktu Indonesia  Barat (WIB).   

Topik perundingan mencakup (1) mengajak Amerika Serikat ikut lagi dalam perundingan hingga kelak peserta menjadi China, Russia, Prancis, Inggris, Jerman, Amerika Serikat dan Iran (6+1) pada perundingan berikutnya. (2) Mengajak Iran mematuhi Kesepakatan Nuklir 2015 atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) yang diabaikannya setelah AS keluar dari JCPOA pada 2018. 

Sepertinya bila melihat dinamika yang terjadi belakangan ini, tampaknya perundingan melebar dari kedua topik. Iran pagi-pagi sudah menuntut agar perundingan menyetujui tahapan kemajuan yang diperoleh dalam pengayaan uranium pasca pencabutan sanksi.

Di samping mengizinkan penggabungan dengan masyarakat keuangan internasional sebagaimana  yang berlaku sebelum sanksi diberlakukan.

Sementara itu, Amerika Serikat masih memegang kendali atas sikap JPOA terhadap Iran kendati Presiden Joe Biden masih bersikap mendua. (1) Meninjau kembali penerapan sanksi. (2) Mengecam Iran karena mendukung  Presiden Syria Bashar al-Assad.

Mendukung kelompok Hizbullah dan Hamas yang memerangi Israel dari Lebanon. Membantu pemberontak Houthi yang melawan Saudi Arabia di Yaman.

Baca Juga: Prospek Pertemuan Wina yang Membahas Nuklir Iran

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Geotrek, Belajar di Alam dengan Senang dan Nikmat

Jumat, 21 Januari 2022 | 08:25 WIB

Mengenal Manfaat Transit Oriented Development (TOD)

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:35 WIB

Kapitalisme Kekuasaan Zaman

Senin, 17 Januari 2022 | 16:45 WIB

Geotrek Lintas Kars Citatah

Jumat, 14 Januari 2022 | 15:01 WIB

Adopsi Spirit Doll: Antara Tren, Sugesti, dan Delusi

Kamis, 13 Januari 2022 | 14:53 WIB

Rekor! Menlu AS Kunjungi 112 Negara

Selasa, 11 Januari 2022 | 15:15 WIB

Kehancuran Jati Diri Budaya yang Nyata

Minggu, 9 Januari 2022 | 12:22 WIB
X