Diversifikasi Prestasi Olahraga Nasional

- Minggu, 28 November 2021 | 08:30 WIB
[Ilustrasi bulu tangkis]Sekarang saatnya Indonesia perlu melakukan diversifikasi atau perluasan prestasi cabor supaya makin banyak medali  yang didapat. (Pexels/Vladislav Vasnetsov)
[Ilustrasi bulu tangkis]Sekarang saatnya Indonesia perlu melakukan diversifikasi atau perluasan prestasi cabor supaya makin banyak medali yang didapat. (Pexels/Vladislav Vasnetsov)

Pemanfaatan kondisi alam Indonesia, misalnya  Pantai Ombak Tujuh menghadap ke arah Samudera Hindia dan berdampingan dengan beberapa pantai lainya yang juga memiliki pemandangan  eksotis seperti Pantai Citerem dan Pengumbahan.

Lokasi Pantai Ombak Tujuh berada di wilayah Sukabumi, Jawa Barat. Pantai  Ombak Tujuh mempunyai  keunikan yaitu  ombaknya yang bersusun-susun sehingga datang secara berurutan dan bergantian.

Baca Juga: Sosialisasi Desain Besar Olahraga Nasional, Menpora: untuk Kemajuan Prestasi Olahraga Tanah Air

Kemudian ada  Pulau Sapora di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat dikenal dengan ombaknya yang ganas, serta kebanyakan para turis datang untuk berselancar di pulau ini, Pulau Sipora juga dikenal dengan  surganya para diving yang begitu mempesona.

Di pulau ini, wisatawan dapat memilih beragam jenis ombak, karena di pulau ini sendiri memiliki 4 jenis ombak yang menantang, seperti The Surgeon Table, yaitu ombak yang seolah-olah mengangkat peselancar ke puncak ombak. Terdapat pula Lance’s Left, merupakan ombak yang paling kuat dan konsisten di pulau ini dan sekitarnya, seperti yang dikutip dari situs Kanwil Kementrian Agama, Provinsi Sumbar.

Dengan tema Haornas tahun 2021, Indonesia diharapkan bisa menjadi negara maju, khususnya dalam bidang olahraga, sebab prestasi olah raga sering dijadikan salah satu ukuran kehebatan sebuah negara. Ada negara berkembang secara ekonomi atau teknologi, namun  memiliki prestasi olahraga yang hebat, seperti beberapa negara-negara di Amerika latin dan  Afrika.  

Pada tanggal 21 Januari 2021 lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis hasil survei penduduk 2020. Diketahui bahwa jumlah penduduk Indonesia per-September 2020, sebanyak 270,20 juta jiwa.

Sebagaimana terungkap melalui hasil survei tersebut, penduduk Indonesia didominasi usia produktif (15-64 tahun) dengan jumlah mencapai 191,08 juta jiwa (70,72%). Jumlah itu jauh melampaui jumlah penduduk usia muda (0-14 tahun) sebanyak 63,03 juta jiwa (23,33%), dan penduduk lanjut usia (65 tahun ke atas) sebanyak 16,07 juta jiwa (5,95%). 

Kondisi ini dapat menggambarkan bahwa Indonesia memiliki keuntungan dalam pembibitan Atlet yaitu makin banyaknya penduduk Indonesia yang berpotensi menjadi Atlet, sehingga dapat  memunculkan peluang besar untuk tumbuhnya Atlet-Atlet berprestasi hebat yang mendunia dan  mengharumkan negara Republik Indonesia dalam bidang olahraga.

Baca Juga: Jabar Jadi Prioritas Utama Desain Besar Olahraga Nasional, Ini Penjelasan Menpora

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mendesak Perlunya Tim Ahli Toponimi di Daerah

Jumat, 20 Mei 2022 | 16:02 WIB

Peran Guru Mewujudkan Sumedang Simpati

Rabu, 18 Mei 2022 | 14:40 WIB

Mengelola Nilai Kebijaksanaan

Senin, 16 Mei 2022 | 19:37 WIB

Juara Liga 1 Musim Ini Harga Mati untuk Persib!

Jumat, 13 Mei 2022 | 11:08 WIB

China Belajar dari Perang di Ukraina

Selasa, 10 Mei 2022 | 09:31 WIB

Misteri Uga Bandung dan Banjir Dayeuh Kolot

Senin, 9 Mei 2022 | 12:02 WIB
X