Christiaan Johannes Brookman: Presiden LUNO dan Pilar SIDOLIG

- Kamis, 25 November 2021 | 17:33 WIB
Christiaan Johannes Brookman (1879-1953), terpilih berkali-kali menjadi presiden klub LUNO. Setelah menggabungkan diri dengan SIDOLIG (1933), ia terpilih menjadi salah seorang pilarnya. (Berretty, 1934: 112)
Christiaan Johannes Brookman (1879-1953), terpilih berkali-kali menjadi presiden klub LUNO. Setelah menggabungkan diri dengan SIDOLIG (1933), ia terpilih menjadi salah seorang pilarnya. (Berretty, 1934: 112)

Dalam kapasitasnya sebagai pegawai kereta api di Bandung tidak aneh bila Christiaan Johannes Brookman ikut terlibat dalam perkembangan sepak bola. Karena para pegawai kereta api di Bandung sudah mendirikan klub sepak bola secara mandiri paling tidak sejak 1905. Sementara yang perseorangan sudah terlibat sejak sepak bola pertama kali digulirkan di Bandung pada 1900 melalui klub Bandoengsche Voetbal Club (BVC). Dalam klub tersebut antara lain ada Roelofsen dan Staargaard yang sama-sama pegawai jawatan kereta api.

Meski tidak secara sinambung mengikuti berbagai ajang kompetisi di Bandung, klub jawatan kereta api nampaknya terus bertahan paling tidak hingga 1 Maret 1917. Saat itu, nama klubnya berganti menjadi Sportvereeniging LUNO (“Laat U Niet Overwinnen”, jangan biarkan kau terkalahkan). Namun, dalam catatan situs rsssf.com, LUNO baru masuk kompetisi pada 1919, karena pada 1918 masih menggunakan nama SS.

Dalam klub LUNO inilah Brookman aktif sebagai organisator sepak bola. Ia bersama-sama Tielman secara gigih berjuang keras agar tidak terdegradasi dari kompetisi sepak bola di Bandung (AID, 16 Agustus 1919). Bahkan, kemudian, Ch. J. Brookman berkali-kali terpilih menjadi presiden atau ketua klub LUNO. Hingga 1924 ia masih tercatat sebagai ketua LUNO. Demikian pula dalam rapat pada 20 Maret 1927, ia terpilih lagi secara aklamasi sebagai ketua LUNO.

Di bawah kepimpinannya, LUNO dibawa menjadi anggota Bandoengsche Voetbal Bond (BVB) dan Brookman sendiri sejak awal berdirinya federasi tersebut turut bekecimpung. Mengenai keterlibatannya di BVB dapat disimak dalam AID (27 Agustus 1924). Selain disebut-sebut secara ringkas identitas LUNO, di situ juga kerap kali disebut nama Brookman. Bahkan Brookman sendiri menulis sambutan bagi AID edisi khusus sepuluh tahun BVB itu.

Dalam rangka peringatan hari ulang tahun kesepuluh itu, ketua BVB W.A. Spier (“BVB 11 Juli 1914-1924”) mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para koleganya yang bekerja keras agar federasi tersebut tetap eksis. Spier secara khusus menyoroti peran “oude rotten” alias tangan-tangan lama seperti Brookman, Weber dan Melsen bagi BVB.

Brookman sendiri sebagai anggota kehormatan (Eere-lid) BVB yang menulis sambutan “Een Wensch” (harapan). Ia sangat berharap agar BVB menjadi federasi nomor satu dibandingkan dua perserikatan lainnya yang ada di Pulau Jawa (“de eerste plaats inneemt onder 3e voetbalbonden hier op Java”).

Berkaitan dengan anggota kehormatan BVB, Ch. J. Brookman adalah orang pertama yang mendapatkan status itu. Konon, pada rapat umum BVB pada 17 Desember 1922, Brookman yang sudah lima tahun berturut-turut menjadi sekretaris merangkap bendahara perserikatan akan izin cuti ke Eropa. Untuk menghormati ketidakhadiran Brookman, pengurus BVB mengangkatnya sebagai anggota kehormatan. Oleh karena itu, dialah yang pertama kali menjadi anggota kehormatan BVB (“De heer Brookman was het eerste eere-lid van den bond”), yang nanti disusul oleh Nico Vink pada 19 Agustus 1923.

Baca Juga: LUNO, Klub yang Menyatukan Diri dengan SIDOLIG

Bila demikian halnya, pantas belaka bila Berretty menyebut-nyebut Brookman sebagai salah seorang pilar SIDOLIG.

Karena dengan semangat yang terus menyala-nyala, tetapi keadaan memaksa LUNO untuk tiaraf, Ch. J. Brookman nampaknya berinsiatif untuk menggabungkan klub eks-SS itu ke dalam SIDOLIG.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Stereotip Kesetaraan Gender Perempuan

Senin, 6 Desember 2021 | 12:43 WIB

Lezatnya Nasi Ayam, Nasi Liwet Wong Semarang

Jumat, 3 Desember 2021 | 16:09 WIB

Menguak Problem Mendasar Upah Buruh dan Solusinya

Rabu, 1 Desember 2021 | 14:18 WIB

Kisah Barsisha dan Ajaran Berharga tentang Aib Manusia

Senin, 29 November 2021 | 16:55 WIB

Peluang Iran untuk Sedikit Bernapas

Senin, 29 November 2021 | 15:17 WIB

Diversifikasi Prestasi Olahraga Nasional

Minggu, 28 November 2021 | 08:30 WIB
X