Wingko Babat, Kudapan Legit dari Lamongan yang Jadi Oleh-Oleh Khas Semarang

- Selasa, 23 November 2021 | 09:15 WIB
Meski masyhur sebagai oleh-oleh khas Semarang, tapi wingko babat sebenarnya bukan kudapan asli Semarang. Wingko babat datang dari Lamongan. (Badiatul Muchlisin Asti)
Meski masyhur sebagai oleh-oleh khas Semarang, tapi wingko babat sebenarnya bukan kudapan asli Semarang. Wingko babat datang dari Lamongan. (Badiatul Muchlisin Asti)

Meski masyhur sebagai oleh-oleh khas Semarang, tapi wingko babat sebenarnya bukan kudapan asli Semarang. Wingko babat — sesuai namanya—berasal dari Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Kota Semarang pernah dijuluki “Venesia dari Timur” oleh orang-orang Belanda karena keindahan geologinya. Keindahan itu pula yang boleh jadi membuat kota Semarang memiliki tagline “The Beauty of Asia” atau Semarang Pesona Asia. Semarang juga dikenal sebagai kota yang memiliki potret budaya dan interaksi sosial yang harmonis dengan budaya bangsa lain, di antaranya dengan para imigran dari Tongkok.

Karena itu, tradisi kuliner di kota Semarang banyak dipengaruhi orang-orang Tionghoa yang datang dan menetap di Kota Atlas ini. Salah satu kuliner yang populer di kota Semarang adalah wingko babat. Menyebut wingko babat, maka yang terbayang adalah kudapan legit yang populer sebagai oleh-oleh dari Semarang.

Wingko babat sendiri adalah kudapan bercita rasa manis dan legit yang dibuat dari bahan tepung ketan, kelapa muda, dan gula. Wingko babat biasanya berbentuk bundar, ada juga yang berbentuk kotak dan disajikan dengan cara dipotong kecil-kecil. Salah satu bentuk wingko babat yang dijual di pasaran berbentuk bundar pipih atau bundar mirip bentuk kue lumpur, yang dibungkus kertas.

Cara membuat wingko babat tergolong mudah. Bahan-bahannya terdiri dari kelapa parut kukus, gula pasir, tepung ketan putih, tepung tapioka, garam, pasta vanili, santan kental yang direbus dengan daun pandan, telur kocok, minyak goreng secukupnya, dan margarin untuk olesan.

Cara membuatnya, campurkan semua bahan dalam sebuah wadah, kecuali santan, telur, minyak goreng. Aduk rata dan remas-remas dengan tangan. Masukkan santan hangat sedikit demi sedikit, sambil terus remas-remas adonan hingga rata. Hentikan penambahan santan bila adonan sudah dapat dipulung, jangan terlalu lembek atau encer. Masukkan kocokan telur dan minyak goreng. Aduk rata.

Panaskan wajan datar anti lengket atau wajan cetakan kue lumpur. Olesi dengan margarin. Tuang 1 sendok makan penuh (munjung) adonan wingko. Panggang dengan api kecil hingga kuning kecoklatan di kedua sisinya, lalu diangkat. Wingko babat siap disajikan.

Wingko babat termasuk jenis kudapan yang awet untuk disimpan dalam jangka waktu lama, meskipun tanpa bahan pengawet. Kombinasi gula dan kelapa menjadikan kudapan ini bercita rasa manis dan legit. Cocok sebagai kudapan teman minum teh atau kopi.

Wingko babat ini sering dijadikan oleh-oleh ketika berkunjung ke kota Semarang. Di toko oleh-oleh di seantero Semarang maupun di area objek-objek wisata di kota Semarang, wingko babat selalu tersedia. Biasanya dikemas satu per satu dengan kantung kertas kecil, kemudian ditempatkan dalam wadah kotak atau tas kertas ukuran sedang.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terwujudnya Satu Data Kependudukan Indonesia

Selasa, 24 Mei 2022 | 16:47 WIB

Tadarus Buku di Bandung: Kini dan Dulu

Selasa, 24 Mei 2022 | 16:24 WIB

Cuan Mata Uang Kripto untuk Siapa?

Senin, 23 Mei 2022 | 16:13 WIB

Mendesak Perlunya Tim Ahli Toponimi di Daerah

Jumat, 20 Mei 2022 | 16:02 WIB

Peran Guru Mewujudkan Sumedang Simpati

Rabu, 18 Mei 2022 | 14:40 WIB

Mengelola Nilai Kebijaksanaan

Senin, 16 Mei 2022 | 19:37 WIB

Juara Liga 1 Musim Ini Harga Mati untuk Persib!

Jumat, 13 Mei 2022 | 11:08 WIB

China Belajar dari Perang di Ukraina

Selasa, 10 Mei 2022 | 09:31 WIB
X