Mendidik dengan Sepenuh Hati

- Minggu, 21 November 2021 | 16:24 WIB
Petugas memasang tanda jarak fisik di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Bandung, Jalan Kliningan, Kota Bandung, Senin (15/3/2021).  (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Petugas memasang tanda jarak fisik di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Bandung, Jalan Kliningan, Kota Bandung, Senin (15/3/2021). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Guru yang baik dapat dilihat dari caranya ketika sedang mengajar murid-muridnya. Apakah dia mampu mengajar dengan sepenuh hati ataukah tidak?

Guru memegang peranan penting dalam dunia pendidikan. Selain bertugas mentransfer berbagai ilmu pengetahuan terhadap para peserta didiknya, seorang guru juga harus selalu berusaha memberikan keteladanan yang baik. Pepatah Jawa mengatakan, guru digugu lan ditiru. Artinya kurang lebih begini: “semua ucapan dan perbuatan guru akan ditiru oleh murid-muridnya”. Oleh karena itu, memiliki ucapan dan perilaku yang baik menjadi hal mutlak bagi setiap guru. Hal ini penting agar apa yang dilakukan oleh guru kelak dapat ditiru oleh murid-muridnya.  

Mungkin setiap orang bisa menjadi guru. Namun, tak semua orang mampu menjadi guru yang baik. Guru yang baik dapat dilihat dari caranya ketika sedang mengajar murid-muridnya. Apakah dia mampu mengajar dengan sepenuh hati ataukah tidak? Guru yang mengajar dengan hati biasanya segala ucapan dan perintahnya dapat diterima dengan baik oleh mayoritas peserta didiknya.

Guru yang mengajar dengan hati biasanya akan selalu berusaha menerima segala kekurangan dan kelebihan murid-muridnya. Dia paham bahwa setiap murid itu berbeda, baik dalam karakter maupun kecerdasannya. Karenanya, seorang guru dituntut memiliki kesabaran dan jiwa (hati) yang lapang ketika mengajar mereka.

Hal tak kalah penting yang harus diperhatikan dan pahami oleh seorang guru adalah bahwa saat mengajar hendaknya diniatkan untuk mencari keridaan Tuhan. Imam Nawawi dalam buku Adab di Atas Ilmu menjelaskan perihal etika guru saat mengajar. Salah satunya ialah, bahwa seorang guru ketika mengajar harus diniatkan untuk mencari ridha Allah Swt., dengan tidak menjadikan keuntungan-keuntungan duniawi sebagai tujuannya. Seorang guru harus mampu menghadirkan dalam dirinya bahwa mengajar adalah sebentuk aktivitas peribadatan. Ini dapat membantunya untuk menjaga niatnya dari hal-hal yang tidak terpuji. Sekaligus sebagai suatu peringatan agar seorang guru jangan sampai kehilangan fadhilah keagungan dalam aktivitas mengajarnya.

Baca Juga: Guru di Cimahi Positif Covid-19, Sekolah Ditutup

Mengenang Jasa Guru

Guru ibarat orangtua kandung yang harus selalu kita hormati keberadaannya. Jangan sampai ketika sudah menjalani kehidupan yang sukses, kita melupakan jasa-jasa para guru yang telah memberikan pendidikan kepada kita sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Bagi mereka yang pernah menimba ilmu-ilmu agama di pondok-pondok pesantren juga harus selalu berusaha menghormati dan tak boleh melupakan jasa-jasa guru ngaji mereka.

Bagaimana cara menghormati dan mengenang jasa para guru kita? Pertanyaan ini mungkin terbetik di benak sebagian orang. Caranya tentu sangat banyak dan beragam, misalnya dengan mendoakan kebaikan terhadap guru-guru kita. Rajin sowan atau bertamu ke rumah para guru seraya berbagi rezeki kepada mereka, juga termasuk bagian dari cara kita menghormati jasa guru. Melaksanakan petuah atau nasihat guru juga termasuk bentuk penghormatan kita kepada mereka. Dan seterusnya.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diversifikasi Prestasi Olahraga Nasional

Minggu, 28 November 2021 | 08:30 WIB

Demam Belanja Online Berkedok Self Healing

Selasa, 23 November 2021 | 17:18 WIB

Pemimpin Masa Depan Bicara di Forum Dialog IISS

Selasa, 23 November 2021 | 08:56 WIB

Villa Isola: Venesia Kecil di Bandung Utara

Senin, 22 November 2021 | 16:59 WIB

Joki Tugas, Rahasia Umum di Masyarakat

Minggu, 21 November 2021 | 19:19 WIB

Mendidik dengan Sepenuh Hati

Minggu, 21 November 2021 | 16:24 WIB

Risalah Untuk Calon Suamiku

Minggu, 21 November 2021 | 12:42 WIB

Pahlawan Big Data di Tengah Pandemi

Jumat, 19 November 2021 | 21:55 WIB

Proses Terbentuknya Karanghawu

Jumat, 19 November 2021 | 15:37 WIB
X