Hikayat Wedang Uwuh: Minuman Favorit Sultan dan Ikon Jogjakarta

- Minggu, 21 November 2021 | 15:04 WIB
Hikayat wedang uwuh memiliki beberapa versi. Salah satu versi yang populer adalah terkait dengan Sultan Agung Hanyokrokusumo. (Badiatul Muchlisin Asti)
Hikayat wedang uwuh memiliki beberapa versi. Salah satu versi yang populer adalah terkait dengan Sultan Agung Hanyokrokusumo. (Badiatul Muchlisin Asti)

Cara membuat wedang uwuh sangat mudah. Cukup seduh bahan-bahan dengan air panas. Lalu tambahkan gula batu secukupnya sesuai selera. Dalam beberapa saat, air wedang akan berubah memerah. Wedang uwuh sangat nikmat diminum hangat-hangat.

Saat ini di pasaran sudah mulai banyak beredar ramuan wedang uwuh yang siap seduh dalam sebuah kemasan. Dalam satu kemasan, terdapat bahan-bahan wedang uwuh dalam bentuk jahe segar atau jahe kering beserta bahan-bahan lainnya. Dalam masyarakat, racikan ini disebut wedang uwuh orisinal. Cara penyajiannya cukup diseduh dengan air panas dan disajikan dalam sebuah gelas masih lengkap terlihat rempah-rempahnya.

Varian lain wedang uwuh yang ditemui di pasaran adalah wedang uwuh seduh, yaitu racikan wedang uwuh orisinal namun bentuknya berupa rempah-rempah kering yang telah dirajang atau digiling kasar, sehingga bentuknya menyerupai teh seduh.

Varian lainnya adalah teh uwuh instan di mana racikan bahan-bahan wedang uwuh dibuat bubuk bergula. Sehingga cara penyajiannya cukup diseduh dengan air, lalu diaduk sebagaimana halnya membuat kopi instan.

Varian lainnya ada wedang uwuh celup, di mana racikan bahan-bahan wedang uwuh digiling halus dan dimasukkan dalam suatu tea bag kertas. Wedang uwuh celup ini mengadaptasi konsep teh celup yang terlebih dahulu banyak ditemui di pasaran. Lalu ada pula wedang uwuh sirup dan wedang uwuh siap saji, yang tinggal minum seperti minuman kemasan lainnya.

Baca Juga: Roti Kecik: Oleh-Oleh Legendaris Khas Solo, Dibuat Auw Liek Nio Sejak 1881

Soal penamaan wedang uwuh, dalam bahasa Jawa, wedang berarti minuman yang diseduh, sedangkan uwuh berarti sampah. Dinamakan wedang uwuh karena bahan-bahan berupa rempah-rempah, rimpang, dan dedaunan dalam wedang uwuh, saat diseduh dalam satu gelas, penampakannya terlihat seperti sampah. Karena itulah, minuman ini disebut wedang uwuh.

Versi lain menyebutkan, asal-usul penamaan wedang uwuh adalah karena sejarah awalnya dulu, daun yang digunakan untuk membuat wedang uwuh adalah daun-daun yang sudah berguguran dari pohonnya, lalu dikumpulkan dengan menggunakan sapu lidi. Setelah daun-daun tersebut terkumpul, disebutlah dengan istilah “uwuh” yang artinya sampah. Maka hasil minuman dari bahan-bahan itu dinamakanlah wedang uwuh

Dalam hal penyajian, namanya juga wedang, maka wedang uwuh disajikan panas atau hangat. Rasanya manis, sedikit pedas dengan warna merah cerah dan aroma harum. Rasa pedas karena adanya jahe, sedangkan warna merah karena adanya kayu secang. Tambahan gula batu menjadikan cita rasanya manis. Wedang uwuh sangat cocok diminum saat suhu dingin karena dapat menghangatkan tubuh.

Dua Versi Asal-usul Wedang Uwuh

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Manfaat Perdagangan Ekspor untuk Perekonomian

Senin, 24 Januari 2022 | 15:07 WIB

Mempelajari Karakter Orang Melalui Kebiasaannya

Minggu, 23 Januari 2022 | 10:00 WIB

Geotrek, Belajar di Alam dengan Senang dan Nikmat

Jumat, 21 Januari 2022 | 08:25 WIB

Mengenal Manfaat Transit Oriented Development (TOD)

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:35 WIB

Kapitalisme Kekuasaan Zaman

Senin, 17 Januari 2022 | 16:45 WIB

Geotrek Lintas Kars Citatah

Jumat, 14 Januari 2022 | 15:01 WIB

Adopsi Spirit Doll: Antara Tren, Sugesti, dan Delusi

Kamis, 13 Januari 2022 | 14:53 WIB
X