Risalah Untuk Calon Suamiku

- Minggu, 21 November 2021 | 12:42 WIB
Jaga dirimu baik-baik ya, aku pun disini melakukan hal yang sama menjaga diriku, menjaga hatiku dan menyiapkan cinta untukmu calon suamiku. (Pixabay/ChanFactory )
Jaga dirimu baik-baik ya, aku pun disini melakukan hal yang sama menjaga diriku, menjaga hatiku dan menyiapkan cinta untukmu calon suamiku. (Pixabay/ChanFactory )

Namanya adalah bu Luluk Ifadah dosen sekaligus motivator yang banyak merubah cara pandangku. Disela perbincangan kami beliau bercerita bahwa sebelum bertemu dengan suaminya beliau sering mengirimkan Al Faatihah untuk calon suaminya, bahkan saat itu beliau juga belum mengetahui siapa calon suaminya, dan akupun melakukan hal yang sama mas, mengirimkan Al Faatihah yang sengaja aku tujukan untukmu, calon suamiku. Seseorang yang kelak akan berbagi suka, duka dan menghabiskan masa tua bersama.

Baca Juga: Penyebab Doa Belum Terkabul dan 6 Cara Doa agar Terkabul

Masa Penantian

Masa penantian merupakan sebuah masa dimana aku dan kamu masih memiliki waktu untuk saling memperbaiki diri. Dimasa ini aku menggunakannya untuk menjalani hobiku, berorganisasi, menulis beberapa artikel dan sajak. Dimasa penantian ini aku juga banyak belajar dari kawanku yang sudah berumah tangga, tentang bagaimana menyatukan presepsi,  menghargai pendapat, dan saling memahami satu sama lain. Menunggu kamu adalah salah satu hal yang mengasikkan, dimasa ini aku belajar tentang kesabaran. Kesabaran menunggu, dan kesabaran untuk menjawab beberapa pertanyaan keluarga dan rekan-rekan kapan akan mengikat janji suci.

Mas, apapun awalan namamu, semoga kamu orang yang bisa menerimaku dan keluargaku. Aku lahir dari keluarga sederhana, ayahku seorang pedagang gorengan dan ibuku seorang penjahit. Aku juga bukan gadis cantik laiknya para selebgram dengan rambut lurus dan kulit putih mulus. Aku hanya gadis biasa mas, gadis mungil dengan warna kulit coklat sawo matang, dengan rambut tidak terlalu lurus dan tubuh kurus, aku harap kamu tidak kaget ketika melihat perawakanku mas. Aku sudah mencoba beberapa sabun pencuci muka dan beberapa merk krim untuk memutihkan wajahku, namun nihil. Tone kulit sawo matang  tetap melekat pada diriku. Saat itu aku mulai berhenti  mengoleskan dan mengosok mukaku dengan sabun yang membuat wajahku semakin kering. Bukan aku berhenti berikhtiah menjadi cantik. Tapi aku merubah definisi cantik menurut aku sendiri, cantik bukan berarti aku harus memiliki kulit putih bersinar, namun bagaimana aku bisa mensyukuri atas nikmat dan kesehatan yang telah Allah berikan. Bahwa cantik bukan hanya terlihat pada fisik namun aku harus mulai memperbaiki perilakuku.

Aku berharap kita berada pada definisi cantik yang sama mas, dimana aku tidak harus menjadi cantik versi orang lain, namun menjadi cantik versiku sendiri dan versimu. Dalam proses penantian ini, ijinkan aku untuk melakukan beberapa hal yang membuatku bahagia ya mas, berkelana, dan mengunjungi beberapa tempat yang belum pernah aku kunjungi. Namun aku janji saat kita berdua telah mengikat janji suci, aku akan mulai menata kebiasaanku, aku akan menyesuaikan dengan kebiasaanmu, dan akan mengabdikan hidup, jiwa, raga dan tenaga untukmu, keluarga kecil kita, keluargamu dan keluargaku. Aku akan mengurangi aktivitas yang tidak terlalu penting dan akan menyiapkan waktu untuk quality time dengan keluarga, semoga.

Baca Juga: Doa Dapat Jodoh yang Baik Bagi Jomblowan dan Jomblowati

Jodoh dan Ilusi

Hari ini mungkin kamu hanya ilusi yang tumbuh dalam ruang imajinasiku, tapi aku yakin suatu saat kamu akan datang dan hadir dalam kenyataanku. Aku pernah satu waktu membayangkan. Menyiapkan secangkir teh dan pisang goreng lalu kita mengobrol tentang topik yang sangat menarik di halaman belakang. Ini merupakan sebuah gambaran dari sebuah keluarga kecil, kelak kita akan menghabiskan sore bersama mas. Pasangan suami istri merupakan sepasang sepatu yang tak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dan menikah berarti harus bersedia menerima kekurangan, keburukan, sifat menyebalkan, dan kebiasaan aneh setiap pasangan.

Pernikahan ialah dambaan setiap insan yang harapannya dilakukan sekali dalam hidup mereka, maka dari itu pentingnya toleransi antara pasangan amat sangat penting. Bukan hanya minta dipahami namun juga belajar memahami. Bukan hanya meminta namun juga memberi. Bukan hanya mau didengarkan namun juga mau mendengarkan. Mas kelak kita akan berdiskusi dalam segala hal, dari masalah makanan apa yang harus ku hidangkan hingga memilih sekolah yang tepat untuk buah hati kita.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Manfaat Perdagangan Ekspor untuk Perekonomian

Senin, 24 Januari 2022 | 15:07 WIB

Mempelajari Karakter Orang Melalui Kebiasaannya

Minggu, 23 Januari 2022 | 10:00 WIB

Geotrek, Belajar di Alam dengan Senang dan Nikmat

Jumat, 21 Januari 2022 | 08:25 WIB

Mengenal Manfaat Transit Oriented Development (TOD)

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:35 WIB

Kapitalisme Kekuasaan Zaman

Senin, 17 Januari 2022 | 16:45 WIB

Geotrek Lintas Kars Citatah

Jumat, 14 Januari 2022 | 15:01 WIB

Adopsi Spirit Doll: Antara Tren, Sugesti, dan Delusi

Kamis, 13 Januari 2022 | 14:53 WIB
X