Risalah Untuk Calon Suamiku

- Minggu, 21 November 2021 | 12:42 WIB
Jaga dirimu baik-baik ya, aku pun disini melakukan hal yang sama menjaga diriku, menjaga hatiku dan menyiapkan cinta untukmu calon suamiku. (Pixabay/ChanFactory )
Jaga dirimu baik-baik ya, aku pun disini melakukan hal yang sama menjaga diriku, menjaga hatiku dan menyiapkan cinta untukmu calon suamiku. (Pixabay/ChanFactory )

 

Jaga dirimu baik-baik ya mas, aku pun disini melakukan hal yang sama menjaga diriku, menjaga hatiku dan menyiapkan cinta untukmu calon suamiku.

Salam sejahtera untuk siapapun yang membaca surat ini. Teruntuk kamu dimanapun kamu berada, dalam hening malam aku selalu menyebut mu dalam setiap pertemuanku dengan Allah Diberbagai kesempatan aku sering membicarakanmu dengan Allah, meskipun aku belum mengetahui seperti apa wujudmu.

Jodoh adalah sebuah rahasia, jodoh merupakan hadiah dari Allah, dan untuk kamu yang kelak akan menjadi jodohku semoga Tuhan senantiasa mejagamu.

Beberapa bait doa tertuju untukmu, kehadiranmu sangat aku dan keluargaku nantikan. Apakah kamu juga menantikan hal yang sama? Menantikan sebuah pertemuan antara dua insan yang saling mengagumi dan membutuhkan satu sama lain.

Mas, bolehkah aku memanggilmu demikian. Beberapa bulan ini aku gusar seolah kehilangan arah dan jati diri. Aku bahkan melupakan beberapa hobiku dan menganti aktifitas itu hanya dengan merebahkan tubuh kecilku di ranjang.

Bukan tanpa alasan, mungkin salah satu alasannya adalaha kamu. Iya kamu adalah sosok jodoh yang sedang aku tunggu. beberapa kawanku telah menemukan belahan jiwanya, mereka memiliki aktivas untuk mengurus keluarga kecil mereka. sedangkan aku masih sibuk dengan tumpukan tugas kuliah yang apabila tidak dikerjakan semakin menggunung.

Saat hati semakin gundah karena penantian yang tak berujung, aku mulai berbicara pada diriku sendiri, tentang kehadiranmu yang sudah direncanakan oleh Allah. Bahwa jodohku sudah Allah tentukan dan tuliskan di Lauful Mahfuz. Dan saat itu aku berhenti untuk membandingkan diriku dengan kawan-kawanku. Mulai bersyukur atas hidupku dan mulai menata hidupku kembali.

Beberapa kejadian yang aku alami membuatku semakin bersyukur setiap hari, atas segala kesempatan dan kesehatan yang telah Allah berikan kepadaku. Atas berkat keluarga yang sangat menyayangiku dan guru-guru yang mengasihiku. Mas beberapa bulan lalu aku berbincang dengan dosenku, beliau seorang wanita hebat dan mandiri.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

ASEAN Diapit Dua Konflik

Senin, 27 Juni 2022 | 14:49 WIB

Mengapa India Ditinggalkan Australia cs?

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:55 WIB

Ukraina di Ambang Perdamaian?

Selasa, 21 Juni 2022 | 15:14 WIB

Cibacang dan Cilimus yang Abadi dalam Toponimi

Minggu, 19 Juni 2022 | 15:42 WIB

Haruskah Indonesia Bergabung dengan BRICS?

Selasa, 14 Juni 2022 | 22:08 WIB

Mencetak Generasi ‘Boseh’

Minggu, 12 Juni 2022 | 09:00 WIB

Pecinan Cicalengka sejak 22 Januari 1872

Kamis, 9 Juni 2022 | 16:25 WIB

Karasak itu Nama Pohon dari Keluarga Ficus

Kamis, 9 Juni 2022 | 11:50 WIB
X