Pahlawan Big Data di Tengah Pandemi

- Jumat, 19 November 2021 | 21:55 WIB
Sosok pahlawan big data yang menyebarluaskan konten-konten positif dan memerangi konten negatif sangat diperlukan negeri ini.  (Alpha Stock Images/Nick Youngson)
Sosok pahlawan big data yang menyebarluaskan konten-konten positif dan memerangi konten negatif sangat diperlukan negeri ini. (Alpha Stock Images/Nick Youngson)

Baca Juga: Dosen Unpad Ungkap Pentingnya Big Data bagi Dunia Kesehatan

Bagaimana Menjadi Pahlawan di Era COVID-19 dan Big Data?

10 November yang kita peringati bersama sebagai hari pahlawan, tentunya dapat menjadi momen untuk menggerakkan kita agar mengambil peran sebagai sosok seorang pahlawan. Tentunya peran ini dapat kita ambil dengan memanfaatkan era yang sekarang sedang berkembang, yaitu era big data.

Dilansir dari internetworldstats.com, Indonesia merupakan pengguna internet terbanyak ke-3 di Asia pada Maret 2021. Kekuatan yang luar biasa ini seharusnya dapat menjadi amunisi kita dalam memerangi berita hoax.

Baca Juga: 5V Big Data, Apa Itu?

Bayangkan saja, jika 212,35 juta jiwa yang menggunakan internet mampu mengambil peran sebagai pahlawan, misalnya pahlawan dalam menyebarluaskan berita positif terkait Vaksin Covid-19, kita yakin percepatan realisasi Vaksin Covid-19 bukanlah sebuah angan-angan belaka.

Sosok pahlawan big data yang menyebarluaskan konten-konten positif dan memerangi konten negatif sangat diperlukan negeri ini. Pemutusan lebih dari 2,6 juta konten negatif yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dalam periode Agustus 2018 hingga 21 September 2021 merupakan pencapaian yang patut diapresiasi.

Namun, pada dasarnya kita semua seharusnya bisa mengambil peran pemutusan mata rantai konten negatif tersebut. Semua bisa dimulai dari lingkungan sekitar kita, misalnya seorang ibu yang membatasi akses internet dan mengawasi setiap penggunaan internet anaknya. Seorang pengusaha yang memblokir (baca: menghentikan) akses ke laman (baca: website) negatif karyawannya. [*]

Baca Juga: Big Data Ekonomi Kreatif untuk Masa Depan Industri Kreatif Indonesia

 

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kapitalisme Kekuasaan Zaman

Senin, 17 Januari 2022 | 16:45 WIB

Geotrek Lintas Kars Citatah

Jumat, 14 Januari 2022 | 15:01 WIB

Adopsi Spirit Doll: Antara Tren, Sugesti, dan Delusi

Kamis, 13 Januari 2022 | 14:53 WIB

Rekor! Menlu AS Kunjungi 112 Negara

Selasa, 11 Januari 2022 | 15:15 WIB

Kehancuran Jati Diri Budaya yang Nyata

Minggu, 9 Januari 2022 | 12:22 WIB

Tetap Bersaudara Meskipun Beda Agama

Minggu, 9 Januari 2022 | 10:27 WIB
X