Proses Terbentuknya Karanghawu

- Jumat, 19 November 2021 | 15:37 WIB
Proses terbentuknya Karanghawu ini dimulai ketika air meteorik yang tercurah di kawasan ini meresap sampai jauh ke dalam batukarang. (T. Bachtiar)
Proses terbentuknya Karanghawu ini dimulai ketika air meteorik yang tercurah di kawasan ini meresap sampai jauh ke dalam batukarang. (T. Bachtiar)

Bentukan yang seperti tungku di kawasan kars Citatah, Karanghawu adalah yang terbesar. Di sisi timur, terlihat lapisan-lapisan endapan batukarang yang terbentuk 27-23 juta tahun, keadaan alaminya miring ke selatan. Di antara lapisan-lapisan itu terdapat celah dan sangat tipis, namun memungkinkan akan rambut dan air dapat meresap sampai ke dalam. Inilah yang menjadi faktor utama mengapa lubang tungkunya menghadap ke arah selatan.

Proses terbentuknya Karanghawu ini dimulai ketika air meteorik yang tercurah di kawasan ini meresap sampai jauh ke dalam batukarang melalui akar tumbuhan dan celah pada lapisan batukarang.

Air itu kemudian merambat sampai jauh ke dalam batukarang. Dalam perjalanan waktu yang sangat lama, berpuluh juta tahun, air yang terhimpun di celah-celah dan dalam rekah, kemudian melarutkan batukarang secara perlahan.

Baca Juga: Citatah sebagai Lab Kebumian dan Pusat Pendidikan Panjat Tebing Alam

Proses pelarutan terus berjalan setiap saat, celah membesar menjadi rongga, kemudian menjadi lubang-lubang yang terus membesar menjadi goa. Dalam proses waktu yang sangat lama, berpuluh juta tahun, kemudian membentuk goa yang memanjang datar, dan berakhir di dinding, membentuk gerbang yang terbuka ke udara.

Sedangkan yang semula berupa goa yang berlubang tegak, ketika atap goanya tegak ambruk, maka terbentuklah goa vertikal yang terbuka, seperti sumur. Goa yang berbentuk seperti sumur, disertai dengan lubang yang mendatar, menembus dinding sampai ke luar, maka terbentuklah apa yang kemudian dinamakan Karanghawu. [*]

 

Konten ini dibuat oleh T. Bachtiar

Anggota Kelompok Riset Cekungan Bandung

Isi konten merupakan tanggung jawab penulis

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cuan Mata Uang Kripto untuk Siapa?

Senin, 23 Mei 2022 | 16:13 WIB

Mendesak Perlunya Tim Ahli Toponimi di Daerah

Jumat, 20 Mei 2022 | 16:02 WIB

Peran Guru Mewujudkan Sumedang Simpati

Rabu, 18 Mei 2022 | 14:40 WIB

Mengelola Nilai Kebijaksanaan

Senin, 16 Mei 2022 | 19:37 WIB

Juara Liga 1 Musim Ini Harga Mati untuk Persib!

Jumat, 13 Mei 2022 | 11:08 WIB

China Belajar dari Perang di Ukraina

Selasa, 10 Mei 2022 | 09:31 WIB

Misteri Uga Bandung dan Banjir Dayeuh Kolot

Senin, 9 Mei 2022 | 12:02 WIB
X