COP26 di Glasgow: Kepentingan Nasional Mengalahkan Kepentingan Global

- Kamis, 18 November 2021 | 14:36 WIB
Konferensi Perubahan Lingkungan COP-26 di Glasgow, 31 Oktober-12 November 2021 mengalami kegagalan untuk mencapai target. (publicdomainpictures/kai Stachowiak)
Konferensi Perubahan Lingkungan COP-26 di Glasgow, 31 Oktober-12 November 2021 mengalami kegagalan untuk mencapai target. (publicdomainpictures/kai Stachowiak)

Konferensi Perubahan Lingkungan COP26 di Glasgow, 31 Oktober-12 November 2021 mengalami kegagalan untuk mencapai target.

(1) Tidak tercapai konsensus tentang penghapusan penggunaan batubara. (2) Tidak tercapai kesepakatan tentang pengurangan pemanasan iklim dunia sebesar 1,5 derajat Celsius .

Penolakan itu disebabkan kepentingan nasional lebih diutamakan dibandingkan kepentingan global. Amerika Serikat, China dan India serta beberapa negara lain keberatan dengan rencana menghapuskan batubara.

Delegasi India misalnya, menjelang penutupan konferensi mengubah kata phase out yang berarti penghapusan penggunaan batubara dalam bidang industri, pembangkit listrik dan lainnya menjadi phase down atau upaya bertahap menuju penghapusan.

 India, menurut Brooking Institutions, baru akan mengganti batubara secara bertahap dengan sumber energi lain minimal pada 2030 atau bahkan lebih lama dari itu. Dewasa ini batubara banyak digunakan untuk pembangkit tenaga listrik.

India mempunyai  banyak tambang batubara yang dikelola   Coal Indian Limited (CIL). Perusahaan ini sahamnya dimiliki pemerintah dan menguasai 84 persen bisnis batubara. 

CIL memberi kontribusi langsung maupun tidak langsung kepada perekonomian India, seperti  memberi dividen dan pajak kepada pemerintah. Membayar ongkos angkut kepada perusahaan kereta api. Memiliki puluhan ribu pekerja.

CIL memiliki kedudukan penting hingga apabila delegasi India menyetujui penghapusan penggunaan batubara dalam pembangkit listrik dan industri lainnya, maka akan memukul perekonomian negaranya. Kemampuannya bersaing dengan China melemah.   

 China setali tiga uang dengan India sebab 57,7% total konsumsi energinya menggunakan batubara. Mulai dari pembangkit tenaga listrik, industri baja hingga rumah tangga untuk memasak maupun memanaskan suhu ruangan kala musim dingin.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diversifikasi Prestasi Olahraga Nasional

Minggu, 28 November 2021 | 08:30 WIB

Demam Belanja Online Berkedok Self Healing

Selasa, 23 November 2021 | 17:18 WIB

Pemimpin Masa Depan Bicara di Forum Dialog IISS

Selasa, 23 November 2021 | 08:56 WIB

Villa Isola: Venesia Kecil di Bandung Utara

Senin, 22 November 2021 | 16:59 WIB

Joki Tugas, Rahasia Umum di Masyarakat

Minggu, 21 November 2021 | 19:19 WIB

Mendidik dengan Sepenuh Hati

Minggu, 21 November 2021 | 16:24 WIB

Risalah Untuk Calon Suamiku

Minggu, 21 November 2021 | 12:42 WIB

Pahlawan Big Data di Tengah Pandemi

Jumat, 19 November 2021 | 21:55 WIB

Proses Terbentuknya Karanghawu

Jumat, 19 November 2021 | 15:37 WIB
X