Sejarah Sayur Asem, Sajian Otentik Kreasi Rakyat Indonesia di Masa Kolonial Belanda

- Selasa, 16 November 2021 | 15:24 WIB
Sejarah sayur asem sendiri, menurut sejumlah sumber, bermula dari Jawa Barat dan Betawi. Sejarah sayur asam telah dimulai sejak masa kolonial Belanda sebagai makanan rakyat. (Foto: Badiatul M. Asti)
Sejarah sayur asem sendiri, menurut sejumlah sumber, bermula dari Jawa Barat dan Betawi. Sejarah sayur asam telah dimulai sejak masa kolonial Belanda sebagai makanan rakyat. (Foto: Badiatul M. Asti)

Sejarah sayur asem sendiri, menurut sejumlah sumber, bermula dari Jawa Barat dan Betawi. Sejarah sayur asam telah dimulai sejak masa kolonial Belanda sebagai makanan rakyat.

Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, selain mempunyai khazanah kuliner yang beragam. Mulai dari kuliner yang otentik dan genuine, hingga kuliner yang merupakan hasil akulturasi dan asimilasi dengan tradisi kuliner bangsa lain.

Sayur asem atau sayur asam adalah salah satu sajian khas Indonesia yang disebut-sebut sebagai masakan otentik Indonesia karena bukan hasil akulturasi dari budaya manapun. Sajian sayur asem ini bisa ditemui di hampir setiap daerah di Indonesia, dengan berbagai variasi bahan sesuai potensi lokal masing-masing. Dari sayur asem Aceh, Jawa, hingga Kalimantan.

Ensyclopǣdia van Nederlandsche-Indië (1921) menyebut sayur asem sebagai hidangan sayur yang biasa dimakan penduduk setempat. Bahan mentahnya dapat langsung dari berbagai tumbuhan di pekarangan rumah. Rasa asam yang khas dari sayur asem berasal dari asam jawa. 

Sayur Asem dalam Buku-buku Resep Tempo Dulu

Berbagai buku yang terbit pada kurun awal hingga pertengahan abad ke-20, juga telah memuat pelbagai resep sayur asem dari berbagai daerah. Buku Kisah & Kumpulan Resep Putri Jepara (Gaya Favorit Press, 2005) yang ditulis ulang dari resep-resep warisan RA Kartini, RA Kardinah, dan RA Roekmini oleh Suryatini N. Ganie juga telah memuat resep sayur asem atau yang di buku tersebut disebut dengan nama Kelan Asem. Kelan berasal dari bahasa Jawa yang berarti sayur.  

Buku lainnya berjudul Buku Masakan karya W.C. Keijner yang diterbitkan oleh Badan Penerbitan G. Kolff & Co (Bandung) tahun 1950 memuat resep sayur asem dan sayur asem dari lompong. Lalu buku berjudul Nasi dan Sambal-sambalan karya Ny. Sitti Nur Zainuddin (bekas pengajar Sekolah Guru Wanita) yang diterbitkan oleh PT. Dian Rakyat (cetakan pertama tahun 1952) memuat setidaknya tiga resep sayur asam, yaitu sayur asam (tanpa keterangan daerah), sayur asam (Aceh) dan sayur asam kacang merah (Bogor). 

Adapun buku legendaris berjudul Mustika Rasa, Resep Masakan Indonesia Warisan Sukarno yang terbit pertama kali tahun 1967, memuat ragam resep sayur asam dari berbagai daerah, meliputi sayur asam Jakarta, sayur asam kangkung (Bandung), dan sayur asam sawi (Banjarmasin). Juga memuat ragam sayur asam khas Jawa Tengah, meliputi: sayur asam Purwokerto, sayur asam batang keladi (Purwokerto), sayur asam kacang ruji (Banyumas), dan sayur asam pedas (Wonosobo).

Ragam Sayur Asem Khas Daerah di Indonesia

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengapa India Ditinggalkan Australia cs?

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:55 WIB

Ukraina di Ambang Perdamaian?

Selasa, 21 Juni 2022 | 15:14 WIB

Cibacang dan Cilimus yang Abadi dalam Toponimi

Minggu, 19 Juni 2022 | 15:42 WIB

Haruskah Indonesia Bergabung dengan BRICS?

Selasa, 14 Juni 2022 | 22:08 WIB

Mencetak Generasi ‘Boseh’

Minggu, 12 Juni 2022 | 09:00 WIB

Pecinan Cicalengka sejak 22 Januari 1872

Kamis, 9 Juni 2022 | 16:25 WIB

Karasak itu Nama Pohon dari Keluarga Ficus

Kamis, 9 Juni 2022 | 11:50 WIB

Para Pejabat Cicalengka Tahun 1871-1923

Jumat, 3 Juni 2022 | 15:02 WIB
X