Dua Tahun Pemerintahan Joko Widodo–Ma’ruf Amin: Merdeka Belajar, Kebijakan yang Responsif

- Selasa, 16 November 2021 | 14:58 WIB
Merdeka Belajar merupakan kebijakan yang terus berupaya mengtransformasikan pendidikan guna menciptakan SDM unggul.  (Pixnio/congerdesign)
Merdeka Belajar merupakan kebijakan yang terus berupaya mengtransformasikan pendidikan guna menciptakan SDM unggul. (Pixnio/congerdesign)

Merdeka Belajar merupakan kebijakan yang terus berupaya mengtransformasikan pendidikan guna menciptakan SDM unggul. 

Gerak cepat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam dua Tahun Pemerintahan Joko Widodo–Ma’ruf Amin menjadi imunitas bangsa dalam situasi Pandemi.

Pandemi yang mengakibatkan Krisis global mewajibkan pemerintah melakukan banyak terobosan kebijakan untuk mengantisipasi dan menanggulangi krisis diberbagai sektor termasuk krisis SDM.

Krisis SDM adalah salah saatu yang paling mengerikan, karena ancamannya berbicara tentang aset utama bangsa yaitu putra dan putri bangsa sebagai investasi kepemimpinan di masa depan. 

SDM yang memiliki kemampuan leadership dan keahlian akan mampu memanage segala situasi dan bertahan didalamnya. Dalam situasi darurat ini kebijakan di dunia pendidikan memiliki andil besar dalam percepatan recovery kehidupan sosial dan ekonomi bangsa.

Nadiem Anwar Makarim selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), berkerja ekstra keras menformulasikan solusi pendidikan melalui terobosan kebijakan. Jiwa dan fikiran mudanya mampu mengartikulasikan trend pendidikan guna menaklukkan tantangan era industri 4.0 dan era masyarakat 5.0.

Dalam perjalanannya kebijakan pendidikan era pemerintahan Joko Widodo–Ma’aruf Amin kerap dihadapkan pada pro dan kontra. Namun demikian kita sebagai masyarakat sipil yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan memiliki tanggung jawab moral untuk mengawalnya. Memberikan penilaian secara objektif pada kebijakan yang telah dibentuk dan sedang dilaksanakan

Kebijakan yang Responsif

Nelson Mandela tokoh revolusioner dunia mengatakan ‘Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang dapat kamu gunakan untuk mengubah dunia’. Perubahan ke arah positif dipelopori dari dunia pendidikan yang berusaha membaca kebutuhan SDM sesuai zaman. Oleh karenanya kebijakan pendidikan yang ditetapkan pun harus responsif terhadap tantangan globalisasi.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Geotrek Lintas Kars Citatah

Jumat, 14 Januari 2022 | 15:01 WIB

Adopsi Spirit Doll: Antara Tren, Sugesti, dan Delusi

Kamis, 13 Januari 2022 | 14:53 WIB

Rekor! Menlu AS Kunjungi 112 Negara

Selasa, 11 Januari 2022 | 15:15 WIB

Kehancuran Jati Diri Budaya yang Nyata

Minggu, 9 Januari 2022 | 12:22 WIB

Tetap Bersaudara Meskipun Beda Agama

Minggu, 9 Januari 2022 | 10:27 WIB

Efek Film Layangan Putus untuk Emak-Emak

Jumat, 7 Januari 2022 | 08:52 WIB

Geowisata sebagai Jalan Lain untuk Penguatan Jiwa

Kamis, 6 Januari 2022 | 19:23 WIB
X