Kupat Glabed, Sajian Lezat dari Randugunting Kota Tegal

- Senin, 15 November 2021 | 22:04 WIB
Kupat Glabed adalah potongan ketupat yang disiram kuah kuning kental dan dinikmati dengan aneka sate dan gorengan.  (Foto: Badiatul M. Asti)
Kupat Glabed adalah potongan ketupat yang disiram kuah kuning kental dan dinikmati dengan aneka sate dan gorengan. (Foto: Badiatul M. Asti)

Soal asal-usul nama kupat glabed, "glabed" merupakan istilah yang digunakan oleh warga Kota Tegal untuk menyebut kuah yang bertekstur kental.

Bagi masyarakat Indonesia, ketupat identik dengan perayaan Idulfitri. Pelengkap menyantap ketupat, berbeda-beda setiap daerahnya. Di Jawa, hidangan ketupat lengkap dengan opor ayam dan sambal goreng krecek biasa tersaji setiap Idulfitri. Ada pula yang menyantap ketupat dengan gulai cubadak atau gulai nangka (Padang), sayur godog dan semur daging (Betawi), bebek gulai kurma (Aceh), ayam gagape (Makassar), kellapate (Madura), dan sebagainya.

Namun di beberapa daerah di Indonesia, ketupat tidak hanya hadir saat Idulfitri saja, tetapi juga bisa dinikmati sehari-hari. Di sejumlah daerah, ketupat dengan pelengkap khasnya, tersedia setiap hari di berbagai warung atau rumah makan.

Magelang punya sajian khas kupat tahu, Betawi punya ketupat sayur dan ketoprak,  Minang punya katupek Sayua, Banjar punya katupat batumis, Manado punya ketupat kuning, Kalimantan Selatan punya ketupat kandangan, dan seterusnya.

Jangan lupa, Tegal selain kondang dengan sate kambing mudanya, Kota Bahari ini juga punya kuliner lezat berbasis ketupat. Namanya kupat glabed. Kupat glabed adalah sajian berupa ketupat  yang disajikan dengan kuah kuning kental yang berisi tempe yang dipotong-potong memanjang. Lalu dinikmati dengan gorengan (tahu isi dan mendoan) dan aneka sate, antara lain sate ayam, sate kikil, dan sate kerang.

Baca Juga: Hikayat Sate Kambing Batibul dan Balibul, Satenya Wong Tegal yang Empuk dan Lezat

Di kota Tegal, kupat glabed ini juga jadi pelengkap dalam sajian kuliner kupat blengong atau sate blengong.

Bedanya adalah: Pertama;  kuah kuning dalam kupat glabed relatif lebih kental dan di dalamnya ada potongan tempe yang dipotong memanjang. Sementara di kupat blengong, kuah kuningnya tanpa dikasih potongan tempe.

Kedua; kupat glabed dinikmati dengan aneka sate (sate kerang, sate kikil, dan sate ayam, serta gorengan), adapun kupat blengong—sesuai namanya, dinikmati dengan sate blengong atau daging blengong goreng. Blengong adalah unggas hasil persilangan bebek dan mentok, yang merupakan unggas endemik yang hanya bisa dijumpai di Tegal dan Brebes.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menengok Alasan Seseorang Tetap Melajang

Jumat, 1 Juli 2022 | 15:53 WIB

ASEAN Diapit Dua Konflik

Senin, 27 Juni 2022 | 14:49 WIB

Mengapa India Ditinggalkan Australia cs?

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:55 WIB

Ukraina di Ambang Perdamaian?

Selasa, 21 Juni 2022 | 15:14 WIB

Cibacang dan Cilimus yang Abadi dalam Toponimi

Minggu, 19 Juni 2022 | 15:42 WIB

Haruskah Indonesia Bergabung dengan BRICS?

Selasa, 14 Juni 2022 | 22:08 WIB

Mencetak Generasi ‘Boseh’

Minggu, 12 Juni 2022 | 09:00 WIB

Pecinan Cicalengka sejak 22 Januari 1872

Kamis, 9 Juni 2022 | 16:25 WIB
X