Razia dalam Pendidikan: Apakah Penting?

- Senin, 15 November 2021 | 18:04 WIB
[Ilustrasi pelajar di sekolah] Berangkat dari KBBI, Razia memiliki makna penangkapan beramai-ramai, penggerebekan penjahat yang berbahaya bagi keamanan dan pemeriksaan serentak.  (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
[Ilustrasi pelajar di sekolah] Berangkat dari KBBI, Razia memiliki makna penangkapan beramai-ramai, penggerebekan penjahat yang berbahaya bagi keamanan dan pemeriksaan serentak. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

Pernahkah kalian mendengar kata razia? Dalam dunia pendidikan, kata razia kini bukan menjadi suatu hal yang asing, khususnya bagi para peserta didik.

Apa poin penting dalam razia? Mengapa razia kerap dilakukan? Bagaimana efek dan seberapa penting razia dilakukan? Simak penjelasan berikut!

Berangkat dari KBBI, Razia memiliki makna penangkapan beramai-ramai, penggerebekan penjahat yang berbahaya bagi keamanan dan pemeriksaan serentak. Mengapa istilah razia muncul dalam dunia pendidikan?

Ya, razia hadir dalam dunia pendidikan dengan tujuan memberikan efek disiplin dan efek jera terhadap peserta didik yang melakukan pelanggaran. Razia biasanya dilakukan oleh OSIS atau pihak sekolah seperti guru BK dan jajarannya.

Razia biasanya dilakukan secara mendadak dengan tujuan agar peserta didik tidak memiliki plan B dan tidak memiliki persiapan untuk ‘kabur’. Berbeda dengan negara Eropa, Indonesia justru menerapkan razia sebagai komponen pendidikan untuk memberikan efek disiplin pada siswa.

Bangsa Eropa justru sebaliknya, mereka sangat anti terhadap razia dimana satu per satu siswa dilakukan pemeriksaan dan menyita berbagai barang-barang yang dinilai menyalahi aturan. Hal tersebut tidak selaras dengan undang-undang yang mengatur privasi seseorang di negara Eropa.

Pada zaman dahulu, razia dilakukan dengan menyita parfum, alat kejahatan seperti narkoba, miras, rokok dan barang-barang lainnya. Kini, razia dalam dunia pendidikan telah berkembang menjadi razia isi ponsel siswa.

Hal tersebut menuai berbagai pro dan kontra. Banyak orang tua siswa yang mendukung razia ponsel anaknya, hal tersebut dinilai sebagai tindakan mencegah sang anak membuka situs yang tidak seharusnya dibuka dan mencegah anak mengalami kejahatan internet.

Seiring berkembangnya zaman, razia bukan lagi  mengenai parfum dan rokok, razia kini merambah dalam penyadapan aplikasi sang anak seperti penyadapan akun WhatsApp siswa. Banyak kalangan muda yang tidak setuju atas perlakuan guru tersebut. Penyadapan tersebut dinilai sangat menyalahi privasi siswa.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jangan Ngaku Bestie Kalau Masih Suka Nyinyir

Rabu, 26 Januari 2022 | 15:01 WIB

Berpikir Kritis Bisa Cegah Investasi Bodong

Selasa, 25 Januari 2022 | 14:52 WIB

Manfaat Perdagangan Ekspor untuk Perekonomian

Senin, 24 Januari 2022 | 15:07 WIB

Mempelajari Karakter Orang Melalui Kebiasaannya

Minggu, 23 Januari 2022 | 10:00 WIB

Geotrek, Belajar di Alam dengan Senang dan Nikmat

Jumat, 21 Januari 2022 | 08:25 WIB
X