Profesi Guru: Antara Keikhlasan dan Kesejahteraan

- Senin, 15 November 2021 | 17:15 WIB
[Ilustrasi PTM guru dan murid di sekolah] Berbicara tentang kesejahteraan guru, memang saat ini cukup memperihatinkan. Profesi ini sungguh menuntut keikhlasan luar biasa. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
[Ilustrasi PTM guru dan murid di sekolah] Berbicara tentang kesejahteraan guru, memang saat ini cukup memperihatinkan. Profesi ini sungguh menuntut keikhlasan luar biasa. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Berbicara tentang kesejahteraan guru, memang saat ini cukup memperihatinkan. Profesi ini sungguh menuntut keikhlasan luar biasa.

Ada banyak permasalahan yang belum terselesaikan dalam dunia pendidikan di negeri ini, terutama terkait kesejahteraan guru. Hal ini terbukti dengan tunjangan guru yang belum merata. Guru-guru di daerah masih harus “nyambi” pekerjaan lain untuk biaya hidup sehari-hari sehingga, kegiatan mengajar belum bisa fokus karena tanggung jawab menghidupi keluarga juga menjadi permasalahan penting.

Karena itu, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan guru melalui berbagai program yang dicanangkan. Dari pemberian insentif berupa tunjangan profesi, hingga dana BOS yang cukup membantu kelancaran kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Berbicara tentang kesejahteraan guru, memang saat ini cukup memperihatinkan. Banyak guru honorer di daerah yang berjuang mendidik siswa dengan perasan keringat, namun sering kali kesejahteraan mereka belum memadai dan tak sebanding dengan jerih payah yang mereka lakukan.

Namun, dedikasi yang tinggi dalam dunia pendidikan membuat mereka tetap bertahan mendidik siswa di tengah cobaan dan kebutuhan hidup yang semakin kompleks.

Mengharapkan Guru Profesional

Menjadi guru bukan hal yang mudah. Butuh kesabaran serta niat yang kuat untuk serius berkecimpung dalam dunia pendidikan. Kebutuhan hidup yang semakin banyak, sering kali membuat orang berpikir ulang untuk serius menekuni dunia mengajar. Hal ini wajar terjadi karena, sebagai manusia biasa, seorang guru kerap dilanda rasa bosan, jenuh, sehingga kesabaran mereka benar-benar harus diuji, lebih-lebih ketika kesejahteraaan mereka tidak diperhatikan secara serius.

Pemberian tunjangan kesejahteraan guru lewat berbagai program seperti sertifikasi guru, insentif, atau bantuan lainnya, menjadi hal yang sangat diharapkan, terutama oleh para guru yang belum diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mereka benar-benar harus diperhatikan agar bisa menjalankan tugas mengajar dengan baik. Mendidik siswa dengan optimal sehingga siswa tumbuh menjadi siswa berprestasi dan memiliki budi pekerti yang baik.

Hal ini senada dengan apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pembukaan Kongres XXII Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), di Britama Arena, Jakarta, Jumat (5/7/2019). Menurutnya, peran guru semakin sentral dan strategis. Guru harus jadi agen transformasi penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam membangun talenta anak bangsa.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Geotrek, Belajar di Alam dengan Senang dan Nikmat

Jumat, 21 Januari 2022 | 08:25 WIB

Mengenal Manfaat Transit Oriented Development (TOD)

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:35 WIB

Kapitalisme Kekuasaan Zaman

Senin, 17 Januari 2022 | 16:45 WIB

Geotrek Lintas Kars Citatah

Jumat, 14 Januari 2022 | 15:01 WIB

Adopsi Spirit Doll: Antara Tren, Sugesti, dan Delusi

Kamis, 13 Januari 2022 | 14:53 WIB

Rekor! Menlu AS Kunjungi 112 Negara

Selasa, 11 Januari 2022 | 15:15 WIB

Kehancuran Jati Diri Budaya yang Nyata

Minggu, 9 Januari 2022 | 12:22 WIB
X