Kiat-Kiat Proses Kreatif bagi Guru di Era Digital

- Minggu, 14 November 2021 | 09:24 WIB
Ilustrasi guru dan murid di rung kelas sekolah. Di era digital, setiap orang dituntut untuk melahirkan ruang-ruang penciptaan guna mengasah keterampilan serta menyalurkan kemampuan. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Ilustrasi guru dan murid di rung kelas sekolah. Di era digital, setiap orang dituntut untuk melahirkan ruang-ruang penciptaan guna mengasah keterampilan serta menyalurkan kemampuan. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Di era digital, setiap orang dituntut untuk melahirkan ruang-ruang penciptaan guna mengasah keterampilan serta menyalurkan kemampuan atau bakat sesuai dengan apa yang dikehendaki.

Setiap orang bebas untuk mengeksplorasi kemampuannya serta merefleksikan apa yang ada di dalam diri menjadi sebuah karya. Ruang penciptaan lahir atas keberanian untuk melakukan eksplorasi dan bertujuan untuk menghasilkan produk yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

Hal ini tak lepas dari tuntutan zaman agar tiap orang berani untuk mengekspresikan diri. Tujuan utama dari proses ini tak lain untuk melahirkan karya-karya kreatif. Karya kreatif memiliki nilai tersendiri di era digital ini karena setiap karya kreatif dapat dipromosikan dengan mudah. Sehingga apa yang telah dibuat akan dapat dipublikasikan dan diperkenalkan ke dunia luas.

Salah satu subjek penting dalam proses penciptaan kreatif yakni guru. Guru memiliki peran penting dalam pembelajaran sehingga memerlukan ide-ide kreatif guna membentuk karakter.

Lebih penting lagi, siswa memiliki ketertarikan pada pembelajaran. Melalui proses kreatif, siswa akan lebih tertarik untum mengikuti pembelajaran dan lebih lanjut akan melahirkan karya-karya kreatif sebagai implementasi dalam pembelajaran.

Dalam mewujudkan penciptaan kreatif oleh guru, dapat dilaksanakan melalui penyesuaian dengan kebutuhan siswa dan juga dapat dikembangkan ke arah yang lebih progresif. Misalnya saja dalam membangun keterampilan berbahasa, guru dapat membuat karya-karya yang dapat diimplementasikan dalam pembelajaran.

Podcast dan YouTube adalah salah satu wahana publikasi yang cukup dikenali dan digemari siswa bahkan oleh masyarakat umum secara luas. Kedua kanal publikasi tersebut sudah barang tentu dapat dimanfaatkan oleh guru sebagai wahana publikasi karya kreatif yang diproduksi. Keterbukaan kedua kanal tersebut menarik dan dapat dimanfaatkan oleh siapa saja untuk menjadi media publikasi karya.

Alhasil, guru bukan semata memerintah siswa untuk belajar dari Podcast serta YouTube dari produk orang lain melainkan bisa memproduksi konten yang sekiranya sesuai untuk siswa. selain itu, guru juga bisa membuat produk karya kreatif yang bisa dinikmati pula oleh masyarakat luas.

Dalam proses penciptaan kreatif lainnya, misalnya dalam dunia menulis, guru juga dapat mengimplementasikan dalam pembelajaran. Penulisan sastra misalnya, khususnya guru bahasa Indonesia, sudah sepantasnya bahkan wajib untuk dapat mampu menulis paling tidak berupa puisi dan cerpen yang tak seberapa panjang.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menengok Alasan Seseorang Tetap Melajang

Jumat, 1 Juli 2022 | 15:53 WIB

ASEAN Diapit Dua Konflik

Senin, 27 Juni 2022 | 14:49 WIB

Mengapa India Ditinggalkan Australia cs?

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:55 WIB

Ukraina di Ambang Perdamaian?

Selasa, 21 Juni 2022 | 15:14 WIB

Cibacang dan Cilimus yang Abadi dalam Toponimi

Minggu, 19 Juni 2022 | 15:42 WIB

Haruskah Indonesia Bergabung dengan BRICS?

Selasa, 14 Juni 2022 | 22:08 WIB

Mencetak Generasi ‘Boseh’

Minggu, 12 Juni 2022 | 09:00 WIB

Pecinan Cicalengka sejak 22 Januari 1872

Kamis, 9 Juni 2022 | 16:25 WIB
X