Citatah sebagai Lab Kebumian dan Pusat Pendidikan Panjat Tebing Alam

- Jumat, 12 November 2021 | 10:12 WIB
Berlatih Panjat tebing di dinding megah Karangpanganten. (Foto: Fauzia Rahmawati)
Berlatih Panjat tebing di dinding megah Karangpanganten. (Foto: Fauzia Rahmawati)

Citatah merupakan lab kebumian untuk berbagai ilmu pengetahuan dan menjadi tempat pembelajaran di luar sekolah atau kampus.

Awan rendah bergerombol di langit biru. Di dasar tebing tak terasa ada tiupan angin, namun daun di ujung ranting terlihat meliuk halus.

Di depan, batukarang mendinding megah, tingginya 90 m, yang terkenal dengan sebutan T-90. Secara keseluruhan, bentangan bukit karang ini namanya Karangpanganten, berada di Citatah, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Dinding yang sedikit miring ke arah utara, banyak rekah dan cekungan-cekungan kecil yang sangat bagus menjadi pegangan dan pijakan saat memanjat, menjadikan tebing T-90 ini menjadi tebing yang sangat bagus untuk berlatih.

Dari jalan raya Bandung – Cianjur yang berkelok, terlihat Karangpanganten dengan lima menaranya yang mencuat, menjadi ciribumi untuk kawasan ini. Pasir Bengkung dan Pasir Ketuketu yang berada di sebelah selatannya, kini sudah tak ada, padahal dua bukit kecil itu oleh para ahli Geologi dijadikan bukti yang baik untuk merekonstruksi evolusi geomorfologi perbukitan kapur Citatah.

Ronabumi yang khas dan langka di kawasan kars Citatah itu sebenarnya banyak, namun yang masih tersisa dengan baik adalah Karangpanganten, Gunung Manik, Pasir dan Guha Pawon, Gunung Masigit, Gunung Pabeasan, dan Karanghawu.

Kelima bukit karang ini menjadi tempat latihan para pemanjat tebing dan TNI. Bahkan pada tahun 1980-an, Gunung Masigit pernah dijadikan tempat latihan menembak dari ketinggian. Dari puncak bukit ini para prajurit TNI AD terpilih yang mendalami penembak jitu, terus menambah kemampuan menembaknya di sini.

Tebing-tebing di Citatah akan selalu tercatat dalam sejarah panjat tebing Indonesia. Di tebing-tebing inilah tempat kelahiran para pemanjat tebing. Sejak tahun 1960-an, pasukan TNI AD memulai latihan panjat tebing di dinding batukarang ini. Prajurit TNI AD berlatih di Tebing-48 (T-48). Sepuluh tahun kemudian, pada tahun 1970-an, kalangan sipil mulai merintis panjat tebing yang lebih modern di dinding batukarang.

Lokasi pemanjatan yang sering digunakannya adalah T-48, T-125, dan T-90. Seiring perkembangan  olahraga panjat tebing untuk pemanfaatan kegiatan lainnya, seperti penelusuran goa, maka Goa Pawon dan Karanghawu, dindingnya sering dijadikan tempat untuk berlatih.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengelola Nilai Kebijaksanaan

Senin, 16 Mei 2022 | 19:37 WIB

Juara Liga 1 Musim Ini Harga Mati untuk Persib!

Jumat, 13 Mei 2022 | 11:08 WIB

China Belajar dari Perang di Ukraina

Selasa, 10 Mei 2022 | 09:31 WIB

Misteri Uga Bandung dan Banjir Dayeuh Kolot

Senin, 9 Mei 2022 | 12:02 WIB

Penduduk Cicalengka Tahun 1845 dan 1867

Jumat, 6 Mei 2022 | 19:10 WIB
X