Menulis Satu Buku dalam Waktu Satu Jam? Mungkinkah?

- Selasa, 9 November 2021 | 19:00 WIB
Menulis satu buku dalam waktu satu jam bukanlah hal yang logis. Iklan pelatihan untuk metode menulis semacam ini pun perlu dipertanyakan akal sehatnya. (Pixabay/chenspec)
Menulis satu buku dalam waktu satu jam bukanlah hal yang logis. Iklan pelatihan untuk metode menulis semacam ini pun perlu dipertanyakan akal sehatnya. (Pixabay/chenspec)

Menulis satu buku dalam waktu satu jam bukanlah hal yang logis. Iklan pelatihan untuk metode menulis semacam ini pun perlu dipertanyakan akal sehatnya.

Belum lama ini, sebagian teman di media sosial tengah ramai membahas tentang menulis satu buku (novel) yang bisa dikerjakan dalam waktu yang sangat singkat, yakni satu hari bahkan ada yang satu jam.

Hal yang menurut saya tidak logis dan sangat mustahil dilakukan. Sebab, mengetik satu halaman saja butuh waktu lama. Apalagi menulis satu buku. Buku tipis saja umumnya mencapai minimal seratus halaman.

Semua bermula ketika beredarnya iklan-iklan tentang pelatihan menulis di media sosial dengan kata-kata yang begitu bombastis dan menjanjikan.

Ya, memberikan janji manis kepada para peserta, bisa menulis satu buku dalam waktu super kilat. Bahkan menurut saya, saking kilatnya sampai-sampai sangat sulit untuk dicerna oleh akal.

Kesimpulannya, pelatihan-pelatian menulis online tersebut menjanjikan kepada para pesertanya; bisa menulis buku dalam waktu satu hari, bahkan ada juga yang lebih singkat lagi, yakni dalam waktu satu jam.

Ketika saya mencermati para pembicara di iklan-iklan pelatihan menulis tersebut, saya merasa belum mengenal mereka.

Maksud saya, para pembicara yang juga para penulis tersebut masih asing di telinga atau minimal pernah saya dengar namanya di media massa atau beragam buku yang selama ini pernah saya baca. Satu hal yang bikin saya bertambah kaget ketika melihat salah satu pembicaranya yang katanya penulis satu novel dalam satu menit.  

Maka tak mengherankan bila sebagian teman saya yang dari kalangan penulis langsung heboh di media sosial. Termasuk saya yang sudah begitu lama menekuni dunia kepenulisan pun merasa sangat heran dan tak percaya.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wisata dari Titik Nol Bandung

Senin, 8 Agustus 2022 | 20:11 WIB

Penempatan Siswa di Kelas berdasar Gaya Belajar

Senin, 8 Agustus 2022 | 19:45 WIB

Paypal Diblokir, Bagaimana Nasib para Freelancer?

Senin, 8 Agustus 2022 | 15:19 WIB

Mari Kita Sukseskan Desa Cantik

Jumat, 5 Agustus 2022 | 09:51 WIB

Citayeum, Citayem, dan Citayam

Kamis, 4 Agustus 2022 | 16:50 WIB
X