Nagrak Tetap Menjadi Sabuk Hijau Adalah Keniscayaan

- Kamis, 4 November 2021 | 15:33 WIB
Kampung Nagrak terdapat dalam peta lembar Tjidadap. (Topographisch Bureau tahun 1904.)
Kampung Nagrak terdapat dalam peta lembar Tjidadap. (Topographisch Bureau tahun 1904.)

 

Keberadaan Nagrak sebagai sabuk hijau ialah keniscayaan semesta bagi warga kota. Tak ada alasan untuk mengubahnya menjadi apa pun, karena tak tergantikan.

Di Provinsi Jawa Barat, terdapat banyak nama geografi Nagrak. Dengan karakter alam yang sama dengan nagrak, di tempat lainnya terdapat nama geografi Nagreg dan Nagrog di Kabupaten Bandung.

Sedikitnya terdapat 19 nama geografi Nagrak, yang terdiri dari tujuh kampung, 11 nama desa, dan satu nama kecamatan, yaitu: Kampung Nagrak, Kelurahan Ledeng, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, Kampung Nagrak, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kampung Nagrak, Desa Sindangrasa, Kabupaten Ciamis, Kampung Nagrak, Lengkongjaya, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Kampung Nagrak, Desa Salawu, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Kampung Nagrak, Desa Sukamukti, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Kampung Nagrak, Desa Wangunsari, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Desa Nagrak, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Desa Nagrak, Kecamatan Ciater, Kabupaten, Subang, Desa Nagrak, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Desa Nagrak, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Desa Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Desa Nagrak, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Desa Nagrak, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Desa Nagrak, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Desa Nagrak Selatan, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, dan Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.

Sangat mungkin, pada saat ini nama geografi Kampung Nagrak di Kelurahan Ledeng, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung sudah tidak dikenali lagi. Namun, nama geografi ini ditulis dalam peta yang terbit tahun 1904 (Tjidadap)/Topographisch Bureau, herzien in het jaar 1904, dalam peta yang terbit tahun 1931 - Bandoeng-Noord: herzien door den Topografischen Dienst in 1931, dalam peta yang terbit tahun 1940 - Bandoeng, U.S. Army 1943, copied from a Dutch map dated 1940, dalam peta yang terbit tahun 2004, Street Atlas Bandung 2004-2005 – Periplus, dan masih ditulis dalam peta yang terbit tahun 2009 - Map & Street Guide, Bandung Raya, 2009 - BIP-Kel Gramedia.

Dalam Bahasa Sunda, kata nagrak artinya sama dengan nagreg dan nagrog. Menurut R. Satjadibrata dalam Kamus Basa Sunda, nagrak,“tumerap kana tanah nu tuhur sarta angar”. Nagrak, diterapkan untuk tanah yang kering dan tak subur.

Selain nama geografi Nagrak, Nagreg, dan Nagrog, juga terdapat nama geografi lain yang maknanya sama, yaitu cadas, seperti Cicadas, yang menggambarkan karakter kawasan tersebut berupa tanah kering dan tak subur.

Pada umumnya kawasan dengan nama geografi Nagrak itu batuan atau tanahnya berupa breksi gunungapi, hasil dari letusan pada masa lalu, yang masih belum melapuk sepenuhnya.

Para orang tua dulu sangat rasional dalam memberi nama daerahnya Kampung Nagrak. Kawasan itu saat ini terkenal dengan nama geografi Ledeng. Bila berjalan menurun sedikit saja di Jl Sersan Surip ke arah timur, ke lembah Ci Paganti, di lerengnya yang tersingkap akan terlihat batuan yang berupa breksi gunungapi.  

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jangan Ngaku Bestie Kalau Masih Suka Nyinyir

Rabu, 26 Januari 2022 | 15:01 WIB

Berpikir Kritis Bisa Cegah Investasi Bodong

Selasa, 25 Januari 2022 | 14:52 WIB

Manfaat Perdagangan Ekspor untuk Perekonomian

Senin, 24 Januari 2022 | 15:07 WIB

Mempelajari Karakter Orang Melalui Kebiasaannya

Minggu, 23 Januari 2022 | 10:00 WIB

Geotrek, Belajar di Alam dengan Senang dan Nikmat

Jumat, 21 Januari 2022 | 08:25 WIB

Mengenal Manfaat Transit Oriented Development (TOD)

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:35 WIB
X