Asal-Usul Bandoengsche Voetbal Bond

- Kamis, 28 Oktober 2021 | 08:45 WIB
Para pengurus Bandoengsche Voetbal Bond (BVB) hingga Agustus 1924. (AID, 27 Agustus 1924)
Para pengurus Bandoengsche Voetbal Bond (BVB) hingga Agustus 1924. (AID, 27 Agustus 1924)

Sistem kompetisinya sistem gugur. Beberapa pertandingan akhir akan diselenggarakan pada 19-21 November 1913. Dalam kompetisi tim divisi satu dan dua itu, BVB berperan mengatur berbagai pertandingan sebelum mencapai di lapangan UNI. Bila dua klubnya sama-sama dari Cimahi, pertandingannya diselenggarakan di lapangan DOS. Semua pesertanya adalah DOS, UNI, MBVC, SIDOLIG, SETIA OESAHA, EVC, KVC, PPVC, KBS, DREAMS dan ATVC. Komitenya terdiri atas C. Ouwehand dari Lombokstraat O.Z., Letnan Zeni H.A. Visman dari Cimahi, J. Kessler, Tan Tjin Hoe, dan Assan dari Regol (AID, 22 Oktober 1913). Pertandingan pertama kompetisi sepak bola pesta seabad (Eeuwfeesten Voetbal Competitie) itu akan diselenggarakan pada Sabtu sore, 1 November 1913, di lapangan UNI di Sumatrastraat (AID, 28 Oktober 1913).

Perkembangan Selanjutnya

Iklan pertandingan antara tim militer dan sipil pada Minggu, 22 Juni 1913, yang diselenggarakan Bandoengsche Voetbal Bond (BVB). Sumber: De Expres, 17 Juni 1913. Lambang Bandoengsche Voetbal Bond (BVB). (AID, 27 Agustus 1924)

AID De Preanger-bode edisi 27 Agustus 1924 merupakan nomor istimewa, karena mengangkat peringatan sepuluh tahun BVB. Menariknya, meskipun perserikatan sepak bola di Bandung itu didirikan pada 1913, tetapi secara resmi diperingati pada 1914.

Hal itu bertalian dengan statuta yang disahkan pemerintah kolonial memang baru keluar pada 1914. Kabar pengesahannya sebagai perhimpunan antara lain disiarkan oleh AID edisi 14 Juli 1914. Di situ disebut-sebut perhimpunan BVB di Bandung telah disetujui. Dengan demikian, perhimpunan tersebut sudah diakui sebagai badan hukum (“De statuten der vereeniging ‘Bandoensche Voetbal Bond’ te Bandoeng zijn goedgekeurd. De vereeniging is mitsdien als rechtpersoon erkend”).

Kembali ke AID edisi 27 Agustus 1924. Di situ dimuat berbagai tulisan laporan dan sambutan-sambutan, yaitu “Het 10-jarig bestaan van den BVB” oleh Vox, “BVB 1914-1924” oleh Wali Kota Bandung B. Coops, “BVB. 11 Juli 1914-1924” oleh ketua BVB W.A. Spier, “Een wensch” oleh anggota kehormatan BVB Ch. J. Brookman, “PF” oleh anggota kehormatan BVB Eddy Alting Siberg, “BVB, Bandoeng Viert Bondsjubileum” oleh Teddy Kessler, “Aan onze Leden!” oleh Het Bestuur van den BVB, “De scheidsrechter bij den BVB” oleh M. Foltynski, tulisan “Uit het archief van den bond”, “Een voetbalbond te Bandoeng. (Geschreven in 1913)”, “Militairen Contra Burgers”, dan daftar anggota BVB, “De Aangesloten Vereenigingen”.

Dari berbagai tulisan itu, saya jadi tahu bahwa BVB sebagai badan hukum disahkan oleh pemerintah kolonial pada 11 Juli 1914. Sementara asal-usul di balik pendirian BVB diungkapkan Kessler dalam tulisannya. Ia antara lain menyatakan, di masa lalu, di Bandung tidak ada komite kompetisi untuk sepak bola yang terdiri atas gabungan tokoh-tokoh dari berbagai klub. Mulanya Eddy Siberg yang mendominasi setiap kepanitiaan kompetisi. Eddy melalukan segalanya: membentuk komite, memimpin komite, dan lain-lain sehingga pantas dijuluki Raja Bola dari Bandung (de Radja Bola van Bandoeng). Namun, yang dilakukan Eddy ada keuntungan sekaligus kerugiannya.

Baca Juga: Nicolaas Vink, 50 Tahun Menjadi Anggota UNI

Akhirnya, menurut Kessler, sejak Desember 1912, lahir kesadaran akan pentingnya mendirikan federasi. Saat itu Eduard Gobee (UNI) menyelenggarakan tur sepak bola ke Surabaya dengan Eddy Siberg (SIDOLIG), termasuk Kessler. Saat itu memang hubungan UNI-SIDOLIG terbilang mesra. Tim yang berangkat ke Surabaya terdiri atas Kessler (UNI), v. Nooyen (SIDOLIG), Kees Lufting (SIDOLIG), Nico Vink (UNI), Belloni (SIDOLIG), Jules Seelig (UNI), Gobée (UNI), Danker Vink (UNI), Eddy Siberg (SIDOLIG), Bakker (SIDOLIG), dan v.d. Worm (SIDOLIG). Hari pertama, tim Bandung menang 4-0 atas tim Surabaya. Hari kedua kalah. Kemudian, tim Bandung berturut-turut mengalahkan QUICK dan EXCELSIOR dengan skor masing-masing 2-0.

Ketika kembali ke Bandung, kata Kessler, diadakanlah persiapan pembentukan BVB, sehingga akhirnya oleh Kakebeeke dan Van Dorp terbentuk BVB pada musim semi tahun 1913. Pada 1914, BVB diakui sebagai badan hukum. Kemudian pada Agustus 1914, Pong van der Meulen, sebagai pemimpin tim Bandung membuat tur pertama BVB dalam kompetisi antarkota di Semarang. Pada 1915, BVB ikut kompetisi antarkota di Batavia. Namun, pada 1916 tidak dapat mengikuti kompetisi tersebut. Baru 1917, BVB bangkit kembali dan bersinar di Semarang kala menekuk tim Batavia yang sangat ditakuti, dengan skor 1-0.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nama Mahluk Halus Jadi Nama Geografi

Rabu, 17 Agustus 2022 | 16:18 WIB

Sudah Menjaga Pola Makan, Kenapa Masih Sering Sakit?

Selasa, 16 Agustus 2022 | 21:15 WIB

Raden Dewi Sartika di Cicalengka (1894-1902)

Senin, 15 Agustus 2022 | 16:33 WIB

Nama Geografi Menjadi Istilah Geomorfologi Khas Sunda

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:55 WIB

Wisata dari Titik Nol Bandung

Senin, 8 Agustus 2022 | 20:11 WIB

Penempatan Siswa di Kelas berdasar Gaya Belajar

Senin, 8 Agustus 2022 | 19:45 WIB

Paypal Diblokir, Bagaimana Nasib para Freelancer?

Senin, 8 Agustus 2022 | 15:19 WIB

Mari Kita Sukseskan Desa Cantik

Jumat, 5 Agustus 2022 | 09:51 WIB

Citayeum, Citayem, dan Citayam

Kamis, 4 Agustus 2022 | 16:50 WIB
X