Asal-Usul Bandoengsche Voetbal Bond

- Kamis, 28 Oktober 2021 | 08:45 WIB
Para pengurus Bandoengsche Voetbal Bond (BVB) hingga Agustus 1924. (AID, 27 Agustus 1924)
Para pengurus Bandoengsche Voetbal Bond (BVB) hingga Agustus 1924. (AID, 27 Agustus 1924)

Dari pemberitaannya, dapat kita simpulkan bahwa munculnya Bandoengsche Voetbal Bond (BVB) adalah hasil rapat pada hari Minggu, 8 Juni 1913.

Minggu pagi, 8 Juni 1913, bertempat di Maison Vogelpoel, Gang Coorde (Jalan Kejaksaan sekarang), F.A. Kessler berhasil mengundang perwakilan lima klub sepak bola di Bandung untuk mengadakan rapat. Saat itu hadir wakil lima kesebelasan, yaitu DOS, SIDOLIG, UNI, MBVC, dan RONEO. Maksud pertemuannya untuk membicarakan pembangkitan sepak bola di Bandung. Karena konon meski animo masyarakat terhadap sepak bola terbilang besar, tetapi regulasi untuk kompetisinya belum benar-benar diberlakukan.

Saat pembukaan, Kessler menjelaskan tentang mendesaknya pembentukan federasi sepak bola (voor de oprichting van een bond) di Bandung. Ia menyatakan selama delapan tahun (1906-1913) sudah banyak tumbuh klub sepak bola serta pertandingannya di Bandung, tapi kompetisi yang teratur nampak tidak memungkinkan sebabnya tidak adanya kepemimpinan. Dengan berkumpulnya klub dalam rapat, diharapkan akan dapat memutus situasi tak menentu itu.

Dalam rapat, Kessler mulanya mengusulkan agar klub-klub di Bandung bergabung dengan Bataviaasch Voetbal Bond (BVB), tetapi perserikatan tersebut sudah bergabung dengan West Java Voetbal Bond (WJVB). Namun, niatan itu ditariknya lagi. Oleh karena itulah, Kessler mengusulkan agar membentuk federasi sepak bola lokal untuk Bandung. Meski berat, karena sebelumnya sempat beberapa kali terbentuk dan terus-menerus menemui kegagalan.

Ia juga menyatakan agar federasi yang akan dibentuk bergabung dengan WJVB agar memperoleh kekuatan dan dukungan dari perserikatan untuk tingkat Jawa Barat. Namun, ia juga terpikir lebih baik nantinya bergabung dengan Nederlandsch Indie Voetbal Bond (NIVB). Namun, karena umumnya peserta rapat belum mengetahui tentang NIVB, artikel dalam De Indische Sport dibacakan. Mereka kemudian bersepakat hendak mendirikan federasi setempat dan mengungkapkan dukungan pada pendirian NIVB serta tertarik untuk bergabung dalam federasi nasional itu.  

Dalam rapat terpilih dewan sementara untuk pengaturan kegiatan mendatang. Presiden yang terpilih H.C. Kakebeeke dan sekretarisnya C.H. van Dorp. Sementara anggota-anggotanya terdiri atas L. Andersen (DOS), I. van Nooyen (SIDOLIG), E. Kessler (UNI), G. Goosens (MBVC) dan Oha (RONEO). Presiden atau ketua dan sekretaris organiasi baru itu diberi mandat untuk merumuskan regulasi yang akan didiskusikan lagi pada rapat 16 Juni 1913.

Bagaimana dengan kompetisi? Menurut rencana, kompetisi sepak bola akan diselenggarakan oleh federasi lokal yang baru itu. Lima klub pembentuknya akan menjadi divisi satu. Sementara tim kedua dari klub-klub Eropa dan semua klub bangsa pribumi masuk ke divisi dua. Dengan demikian, pada kompetisi divisi satu yang akan berlangsung adalah pertandingan SIDOLIG vs UNI, DOS vs RONEO, MBVC vs DOS, UNI vs MBVC, DOS vs SIDOLIG, MBVC vs RONEO, UNI vs RONEO, SIDOLIG vs MBVC, UNI vs DOS, dan SIDOLIG vs RONEO.

Sementara sistem kompetisinya akan diputuskan kemudian. Menurut rencana, pertandingan pertama akan diselenggarakan pada 6 Juli 1913. SIDOLIG akan bertemu dengan UNI di lapangan sepak bola UNI, sementara DOS dan RONEO akan bertemu di Cimahi. Konon, bila waktunya memungkinkan, kompetisinya akan diatur sedemikian rupa sehingga terselenggara dua kali pertandingan dalam sehari. Namun, untuk urusan wasit, mereka takkan berurusan dengan “Bataviasche Scheidsrechter Bond” atau perserikatan wasit Batavia. Namun, mereka sepakat mengenai pentingnya membentuk asosiasi semacam itu.

Demikianlah, De Expres edisi 10 Juni 1913 melaporkan rangkaian rapat yang dihelat demi terbentuknya Bandoengsche Voetbal Bond (BVB). Dari pemberitaannya, dapat kita simpulkan bahwa munculnya BVB adalah hasil rapat pada hari Minggu, 8 Juni 1913.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kisah Barsisha dan Ajaran Berharga tentang Aib Manusia

Senin, 29 November 2021 | 16:55 WIB

Peluang Iran untuk Sedikit Bernapas

Senin, 29 November 2021 | 15:17 WIB

Diversifikasi Prestasi Olahraga Nasional

Minggu, 28 November 2021 | 08:30 WIB

Demam Belanja Online Berkedok Self Healing

Selasa, 23 November 2021 | 17:18 WIB

Pemimpin Masa Depan Bicara di Forum Dialog IISS

Selasa, 23 November 2021 | 08:56 WIB

Villa Isola: Venesia Kecil di Bandung Utara

Senin, 22 November 2021 | 16:59 WIB

Joki Tugas, Rahasia Umum di Masyarakat

Minggu, 21 November 2021 | 19:19 WIB

Mendidik dengan Sepenuh Hati

Minggu, 21 November 2021 | 16:24 WIB
X