Butuh Peran Agama dalam Menjaga Kesehatan Mental Generasi Muda

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 09:08 WIB
[Ilustrasi kesehatan mental] Butuh peran agama untuk menjaga kesehatan mental generasi muda. Terganggunya kesehatan mental generasi muda saat ini telah lazim. (Pixabay/Wokandapix )
[Ilustrasi kesehatan mental] Butuh peran agama untuk menjaga kesehatan mental generasi muda. Terganggunya kesehatan mental generasi muda saat ini telah lazim. (Pixabay/Wokandapix )

Butuh peran agama untuk menjaga kesehatan mental generasi muda. Terganggunya kesehatan mental generasi muda saat ini menjadi sesuatu hal yang diannggap wajar.

"Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat", pasti sudah tidak asing dengan kalimat tersebut.

Kalimat yang bermakna bahwa betapa pentingnya menjaga kesehatan, baik kesehatan tubuh maupun kesehatan jiwa atau mental.

Apa jadinya ketika kesehatan mental terganggu, pasti akan menghambat semua aktivitas hidup sehari-hari.

Apalagi dalam kondisi pandemi saat ini, terganggunya kesehatan mental masyarakat menjadi masalah baru. Di provinsi Jawa Barat saja ribuan warga mengikuti sesi konseling dalam jaringan (online) yang diselenggarakan oleh Gerakan Titik Koma bekerja sama dengan DPW Partai NasDem Jawa Barat. (Republika.co.id 05/09/21)

Untuk menyelesaikan masalah tersebut sebanyak 6 spikolog pun dihadirkan untuk memberikan pengarahan dan motivasi bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan mental. Gangguan kesehatan mental ini dialami mulai dari para orangtua sampai kepada anak-anak.

Banyak generasi muda yang kehilangan orang tuanya, ternyata hal tersebut menjadi salah satu pemicu terganggunya kesehatan mental seorang anak.

Banyak diantara generasi muda yang mengalami kecemasan, depresi, ketakutan, marah dan merasa khwatir akan masa depan mereka. Ditambah dengan berbagai kebijakan yang dibuat oleh pemerintah ternyata membuat aktivitas mereka pun terbatas, terbatas untuk bertemu teman, bermain dan aktivitas lainnya.

Hal tersebut dibuktikan dengan survei yang dilakukan oleh UNICEF di Indonesia bahwa hampir satu dari tiga anak muda di Indonesia (29 persen) dilaporkan terganggunya kesehatn mental seperti sering merasa tertekan atau memiliki sedikit minat dalam melakukan sesuatu. (unicef.org/indonesia/id/05/10/21)

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nama Geografi Menjadi Istilah Geomorfologi Khas Sunda

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:55 WIB

Wisata dari Titik Nol Bandung

Senin, 8 Agustus 2022 | 20:11 WIB

Penempatan Siswa di Kelas berdasar Gaya Belajar

Senin, 8 Agustus 2022 | 19:45 WIB

Paypal Diblokir, Bagaimana Nasib para Freelancer?

Senin, 8 Agustus 2022 | 15:19 WIB

Mari Kita Sukseskan Desa Cantik

Jumat, 5 Agustus 2022 | 09:51 WIB

Citayeum, Citayem, dan Citayam

Kamis, 4 Agustus 2022 | 16:50 WIB
X